23 Anggota Desa Wisata Kudus Ikuti Forum Komunikasi Deswita di Samiran Boyolali

oleh -332 Dilihat
Deswita
Foto: Diantara peserta forum komunikasi Desa wisata Kudus, (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 23 anggota Paguyuban Desa Wisata Kudus (Dewiku) mengikuti Forum Komunikasi Desa Wisata se Jawa Tengah yang digelar di Deswita (Desa Wisata, Red) Samiran Kabupaten Boyolali, 9-10 Februari 2018.

Dewiku yang terdiri dari perwakilan desa wisata di Kudus itu bersama dengan pelaku desa wisata dari Kabupaten lain di Jawa Tengah. Diantaranya Semarang, Pekalongan, Banyumas, Wonosobo, Magelang, Tegal, Pemalang, Purbalingga, Temanggung, Sragen dan lainnya.

Salah satu peserta dari Kudus, Yani mengatakan, kegiatan ini tidak lain bertujuan untuk mempelajari ilmu ke-desa wisataan. Dimana berbagai inspirasi yang telah kita dapatkan disini, nantinya bisa kita terapkan di Kudus.

“Apalagi Kabupetan Kudus, melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) gencar-gencarnya pengembangan pariwisata berbasis desa wisata,” ujarnya.

Tidak hanya dari intern, akan tetapi kita bisa bertukar pikiran, saling berbagi ilmu diantara pelaku desa wisata di Jateng, “Bisa menambah maupun berinovasi untuk diterapkan di Kudus tentunya,” Jelas wanita pelaku desa wisata Jepang Mejobo itu.

Selama dua hari di Deswita Samiran Boyolali, kami semuanya mendapatkan materi Biro perekonomian Setda Jateng, Dinas Kominfo Jateng, Bappeda Jateng, dan BRI cabang Semarang.

Disana kami juga diajak keliling desa meliputi Gardu Pandang, New Selo, Jembatan Gantung, Teather Merapi, dan Alam Sutra. Dihari kedua, dilanjutkan ke Soft Tracking “Gancik Hiltop”, ke Home Industri, olahan sayuran, susu dan pemanfaatan biogas.

Semoga kita bisa mewujudkan desa wisata di Kudus. Diketahui, lanjut Yani, Desa Wisata adalah suatu wilayah yang mempunyai potensi meliputi, keunikan, daya tarik, karakterik fisik dan lingkungan alam pedesaan.

“Selain itu, kehidupan sosial, budaya masyarakat yang dikelola dan dikemas secara menarik dan alami, dengan pengembangan fasilitas pendukung wisatanya, sehingga menjadi daerah kunjungan wisata,” pungkasnya (AJ/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.