31 Jurnalis Kudus Di Vaksin, Lebih Nyaman dan Percaya Diri Saat Peliputan

oleh -794 kali dibaca
Dua orang wartawan Kudus saat dilakukan vaksinasi di gedung Dukcapil lama kompleks pendopo Kabupaten Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sesuai jadwal yang telah diumumkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr. Andini Aridewi . Sebanyak 31 wartawan dari Forum Wartawan Kudus baik dari unsur PWI, IJTI dan AJI mengikuti kegiatan vaksinasi di Gedung lama Dukcapil kompleks Pendopo Kudus, Jumat, (26/02/2021).

Keikutsertaan para jurnalis dalam vakasinasi tahap ke dua termin pertama ini merupakan upaya pemutusan mata rantai penularan covid juga berbarengan dengan para tokoh agama, para ASN dari Dishub, Satpol PP, BKPP dan DPMPTSP serta sejumlah pekerja alihdaya dilingkungan Pemkab Kudus.

Dahyal Akbar, Jurnalis televisi kontributor Trans 7 peserta vaksinasi mengaku gerogi saat petugas medis akan menyuntikkan vaksin. Pasalnya dia merupakan orang yang cukup takut dengan jarum suntik.

“Agak takut pas mau disuntik. Takut sakit. Tapi mau gimana lagi, sudah bulatin tekad untuk ikut vaksinasi. Siap tidak siap, berani tidak berani tetap dijalani,” katanya saat ditemui usai melakukan veksinasi.

Kendati sempat gerogi, vaksinasi Dahyal berlangsung dengan lancar. Bahkan dia mengaku vaksinasinya tidak terasa sakit. Rasanya seperti digigit semut saja.

“Pas disuntik tidak sakit. Kayak digigit semut,” ujarnya.

Sebagai pekerja lapangan yang berhubungan dengan banyak orang. Dahyal mengaku vaksinasi amat penting untuk memutus mata rantai penularan covid dan mengakhiri pandemi.

Menurutnya, vaksinasi tidak hanya menguatkan imunitasnya terhadap paparan virus corona. Tetapi juga melindungi keluarga, teman dan orang-orang disekitarnya.

“Dengan kita vaksinasi kita meningkatkan imunitas diri dan herd immunity (imunitas kelompok). Dengan kekebalan ini harapannya pandemi bisa segera berakhir,” tegasnya.

Terpisah, Arif Saifudin dari Jurnalpantura.id mengaku lebih percaya diri usai jalani vaksinasi. Antibodi dari virus yang dimatikan ini membuatnya merasa lebih aman saat bekerja.

“Setelah divaksin kita ada perasaan Percaya Diri dalam melakukan peliputan. Karena vaksin jadi bekal kami untuk imunitas tubuh, untuk ke depannya agar kami lebih nyaman (saat bekerja). Untuk vaksin ke dua nanti, saya siap,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator Vaksinasi Gedung lama Dukcapil, Suryati mengatakan ada tiga instansi yang menjalani vaksinasi tahap dua termin pertama ini. Yakni Bappeda, Dinas Kearsipan, Dinas Perhubungan dan wartawan Kudus. Untuk vaksinator kali ini berasal dadi tim 2 RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dibantu tim dari Klinik Masitoh.

“Total keseluruhan, kata Suryati, sekitar 220 orang. Bappeda ada 40 orang, Dinas Kearsipan ada 40 orang, Wartawan yang awalnya 26 terus ada tambahan 5 jadi 31 orang dan Dishub ada 65 orang, ” jelasnya.

Suryati juga menambahkan, bahwa hari ini ada tambahan 16 peserta vaksinasi di gedung yang berada di sisi kanan Pendapa Kabupaten Kudus. 16 orang tersebut, ungkap Suryati adalah orang-orang yang sebelumnya ditunda vaksin dikarenakan flu dan tekanan darahnya tinggi di dua hari sebelumnya.

Pihaknya juga menyebut, untuk target hari ini, semuanya diharapkan bisa selesai divaksin. Namun apabila ada yang sakit flu, diberi kesempatan hingga besok untuk melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi hari ini semuanya lancar, tidak ada yang KIPI. Mungkin tadi ada yang pusing, itu karena lapar katanya. Dan hari ini pun tidak ada yang tunda,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.