Lewat CiSs Santri Qudsiyyah Bekali Ilmu Kebangsaan

oleh -540 Dilihat

Kudus, isknews.com – Persatuan Pelajar Qudsiyyah (PPQ) mengadakan program kerja tahunan yaitu Ceramah Ilmiah Siswa ( CISs ) yang bertempat di Gedung Muslimat Desa Langgardalem, Kota, Kudus. Senin (27/04/2017).

Dengan mengusung Tema “Kemajemukan Untuk Menciptakan Bangsa Sehat”, yang mana  mendatangkan beberapa narasumber istimewa yaitu H. Nurul Adha S.Pd.i selaku Pengurus Ma’had Qudsiyyah, Rikza Chamami M.Si selaku Dosen FTIK UIN Walisongo Semarang, dan Djati Sholihah selaku Kepala Kesbangpol Kudus .

Kegiatan ini juga melibatkan para santri Madrasah Qudsiyyah dan tamu undangan dari sekolah lain yang mana jumlah peserta 102 dari 15 sekolahan.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan sumber daya manusia ( SDM ) nya yang tidak begitu memperhatikan dan juga peduli dengannya. Banyak dari mereka,  pribumi, lebih peduli terhadap pribadi mereka daripada sumber daya alam (SDA). Maka salafussholih (ulama kuno) memberi jalan pintas dengan sejarah. Bagaimana pun seseorang,  apabila orang tersebut mengerti betul tentang sejarah yang sebelumnya pernah terjadi maka secara otomatis orang tersebut akan menjadi pribadi yang teratur dan berkebangsaan.

Islam sendiri, melalui peran walisongo yang mana dari mereka berasal dari beberapa bangsa yang berbeda beda seperti : cina arab dan lainnya.  Kemudian satu tujuan yang disebut dakwah islam. Para walisongo berdakwah secara damai disamping itu walisongo selalu berpedoman  bahawa islam adalah  “rohmatan Lil alamin” selalu mengedepankan budaya dan adat yang tengah berkembang sebelumnya. Sehingga melalui proses akulturasi (agama dan budaya dijadikan satu)  mereka terapkan  tanpa memandang kepercayaan yang sebelumnya dipercayai suku tersebut. Maksud dari walisongo adalah menjadikan suku agama dan adat menjadi satu yang rukun tanpa pertikaian, sehingga akan menjadikan Indonesia aman seutuhnya dan menjadi negara yang damai dengan bangsa yang sehat .

“Alasan kegiatan CISs tersebut  mengambil tema tentang kemajemukan untuk menciptakan bangsa sehat , yang melatar belakanginya karna akhi-akhir ini negara kita kurang sehat karena  ada perpecahan antar kaum beragama”, kata Syaikhuddin Bahri Al Fikry selaku ketua PPQ.

Kita PPQ, mengangkat tema tersebut untuk membekali bahwa republik ini bukan melindungi kaum minoritas bukan juga melindungi kaum mayoritas tapi untuk melindungi setiap warga negara. “Setiap anak bangsa, kita lihat lambang negara indonesia adalah garuda kita disatukan oleh pancasila dan burung garuda pun mencekram bhineka tunggal ika yang artinya berbeda beda tapi tetap satu jua”, imbuhnya. (GP)

KOMENTAR SEDULUR ISK :