Kudus, isknews.com – Ratusan sekolah di Kabupaten Kudus kini telah merasakan manfaat teknologi pembelajaran modern. Sebanyak 423 sekolah dasar (SD) dan 54 sekolah menengah pertama (SMP) telah dilengkapi fasilitas papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) guna mendukung proses belajar yang lebih menarik dan interaktif.
Pengadaan perangkat ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam mendorong digitalisasi pendidikan di berbagai daerah. Di Kudus, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan seluruh sekolah jenjang SD dan SMP telah menerima masing-masing satu unit IFP.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa total distribusi IFP mencapai ratusan unit yang telah tersebar merata ke seluruh sekolah. Setiap satuan pendidikan memanfaatkan perangkat tersebut untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas.
Menurutnya, penggunaan IFP di sekolah-sekolah berjalan cukup optimal. Para guru dinilai telah mampu mengoperasikan perangkat tersebut dengan baik setelah sebelumnya mendapatkan pelatihan.
“IFP sudah digunakan di semua sekolah. Guru juga sudah memahami cara penggunaannya karena sebelumnya ada pelatihan. Pembelajaran jadi lebih interaktif karena tersedia berbagai fitur seperti kuis, video, dan permainan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan pada perangkat yang telah didistribusikan. Seluruh IFP masih berfungsi dengan baik, meskipun dalam penggunaannya membutuhkan dukungan jaringan internet yang stabil.
“Untuk beberapa wilayah yang sebelumnya terkendala jaringan, sekarang sudah mulai teratasi sehingga penggunaan IFP bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Karena setiap sekolah baru mendapatkan satu unit, pihak sekolah diminta mengatur jadwal penggunaan agar seluruh siswa dapat merasakan manfaatnya secara bergantian. Disdikpora juga menyarankan agar perangkat ditempatkan di ruang khusus dan tidak sering dipindahkan demi menjaga keawetannya.
Sementara itu, Kepala SD 1 Mlatinorowito, Nita Yuliani, mengungkapkan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih antusias karena materi disajikan secara visual dan interaktif.
“Banyak aplikasi yang bisa digunakan, seperti video pembelajaran dan permainan edukatif. Anak-anak jadi lebih semangat karena bisa langsung praktik menggunakan IFP,” paparnya.
Ia menyebutkan, penggunaan IFP di sekolahnya dilakukan setiap hari dengan sistem bergiliran antar kelas. Hingga saat ini, tidak ditemukan kendala berarti dalam pengoperasiannya.
“Penggunaannya cukup mudah. Kalau ada kendala, kami juga bisa langsung berkoordinasi dengan pihak Disdikpora,” tambahnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap adanya penambahan unit IFP agar pemanfaatannya bisa lebih optimal dan tidak harus bergantian antar kelas.
“Kalau memungkinkan, setiap sekolah bisa mendapat tambahan unit, sehingga semua kelas bisa menggunakan secara bersamaan,” pungkasnya. (AS/YM)






