Kudus, isknews.com – Tradisi menyelesaikan program sebuah jenjang pendidikan, umumnya dimeriahkan dengan acara wisuda atau lulusan bagi subjeknya. Hal ini merupakan kebanggaan sekaligus kebahagiaan karena telah menyelesaikan suatu tugas pembelajaran di program pendidikan tersebut.
Khotmil Qur’an dan Wisuda Santri tingkat Kabupaten Kudus tahun 2017 telah usai dilaksanakan oleh Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kudus melalui Badan Koordinasi (Badko) Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di serambi Masjid Agung Kudus, Rabu, (22/11/17).
Turut hadir dan diwisuda, 360 anak TPQ yang terdiri dari utusan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus dengan perwakilan masing-masing 40 anak beserta pendampingnya, dan Kepala TPQ se Kabupaten Kudus yang berjumlah 424 lembaga. Selain itu juga hadir, Asisten 2 Bupati Kudus, kakemenag Kudus, Pembina Badko dan KUA dimasing-masing Kecamatan.
Panitia penyelenggara Zaenal Fahmi, yang juga ketua Badko TPQ mengatakan, Tujuan diadakan acara tersebut adalah sebagai penghargaan atas prestasi santri TPQ, serta meneguhkan kualitas santri melalui Ikrar Santri dan sebagai Forum silaturahim antar lembaga dan metode, yakni yanbu’a dan qiro’ati. Dengan harapan, “Santri dan ustadz semakin semangat dalam proses belajar mengajar dan mengevaluasi hasil pengajaran,” ujarnya.
Kebahagiaan wisudawan, lanjut Fahmi, dalam hal ini peserta didik TPQ bukan saja seremonialnya, akan tetapi yang sangat penting dari acara itu, mereka mampu menampilkan kemampuan hasil belajarnya di hadapan hadirin. Hal itu terlihat dari pertanyaan lisan seputar Al-Qur’an, Tajwid dan hafalan surat pendek yang ditujukan kepada wisudawan dari para ustadz maupun perwakilan kemenag.

Ditambahkan, Kegiatan yang diambilkan dari dana APBD Pemerintah Kabupaten Kudus tersebut merupakan suatu implementasi dari sebuah rencana untuk membangun SDM yang nantinya Kudus menghasilkan generasi Imtaq, selain juga generasi iptek.
Lebih lanjut, Peserta yang di wisuda kali ini adalah peserta yang sebelumnya sudah melalui ujian sebagai tanda tamat belajar khotmil qur’an, di masing-masing TPQ yang ada di Kabupaten Kudus. Dan wisuda bersama kali ini sebagai silaturahim antar lembaga dan metode, sekaligus pengenalan kepada masyarakat luas.
Di Kabupaten Kudus terdapat 424 lembaga TPQ, namun jika kami undang semua maka yang hadir pasti ribuan, “Untuk menjembatani itu, kami undang secukupnya dari masing-masing kecamatan sebagai perwakilan, dan tentu ini dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Sambutan Bupati Kudus yang dalam kesempatan itu dibacakan oleh Budi Rahmat, Asisten 2 bidang ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan rakyat (ekbangkesra) mengatakan, Acara ini menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan atau sebuah rangkaian yang di tujukan untuk menumbuhkan generasi-generasi Qur’anis. “Kudus tidak boleh hanya maju dengan generasi yang melek dibidang Iptek saja, tetapi juga dibidang Imtaq, salah satunya dengan mewujudkan generasi Qur’ani,” jelasnya.
Menurutnya itu menjadi salah satu hal yang harus diwujudkan. “Semakin banyak generasi Qur’ani di Kudus, semakin bagus dan seperti yang kita harapkan bersama, untuk itu nilai agama dan budi pekerti perlu ditanamkan sejak dini,” imbuhnya.
Bupati juga berharap agar acara semacam ini sering di lakukan dan Pemkab Kudus akan mendukung karena kegiatan ini termasuk membangun sumber daya manusia dan sekaligus pendidikan karakter. (AJ)











