4.225 Tenaga Kesehatan di Kudus Tuntas di Vaksin Sinovac

oleh -86 Dilihat
Ilustrasi: Seorang nakes dari RSA Aisyiyah Kudus saat disuntik vaksin sinovac (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 4.225 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kudus dinyatakan telah disuntik vaksin sinovac. Vaksinasi untuk nakes sendiri sebelumnya sudah dilaksanakan mulai dari tanggal 25 sampai dengan 30 Januari 2021.

Jumlah nakes yang sudah divaksin mencapai 71,34 persen dari total seluruh nakes yang terdaftar dalam sistem informasi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yakni sebanyak 5.922 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr Andini Aridewi merincikan bahwa sebanyak 5.095 nakes sudah datang untuk vaksinasi pada tahap pertama.

Namun ada yang tidak lolos untuk divaksin karena pada saat proses screening menunjukan comorbid yang tidak normal serta sedang dalam kondisi kesehatan yang tidak baik.

“Karena kemarin banyak comorbid yang tidak cukup, kemudian ibu hamil dan ibu menyusui dan lain lain, ada alasan lain juga saat itu kondisinya sedang tidak sehat” kata Andini, Selasa (09/02/2021).

Dari total nakes yang datang untuk vaksinasi, tercatat nakes yang tertunda untuk divaksin ada sebanyak 344 orang, dan yang batal divaksin dan sebanyak 526 orang.

Nakes yang tertunda untuk divaksin nantinya tetap akan melakukan vaksinasi setelah kondisinya sudah mencukupi. Kemudian untuk nakes yang batal divaksin itu dikarenakan masuk dalam kategori eksklusi atau tidak boleh divaksin.

Ia menambahkan, untuk total nakes yang akan divaksin nantinya bisa bertambah sesuai updating data dari sistem SDMK.

“Nakes yang menjadi sasarn vaksinasi itu memangcada penambahan, kalo semula 5618 karena updating data SDMK ini sekarang ada 5948 orang, nantinya juga bisa bertambah lagi” ujarnya.

Terpisah, Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengungkapkan bahwa proses vaksinasi pada tahap pertama berjalan lancar dan tidak ada masalah apapun.

“Proses vaksinasi tidak ada masalah, tenaga kesehatan akan mendampingi terus mulai dari screening lalu saat disuntik dan observasi di ruang KIPI selama 30 menit untuk melihat ada gejala atau tidak” ungkap Hartopo. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.