412 Sekolah di Kudus Tercatat Mulai Daftar Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

oleh -139 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi telah membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri.

Kurikulum Merdeka ini diharapkan bisa mengatasi krisis pembelajaran yang menyebabkan pendidikan semakin tertinggal dan hilangnya pembelajaran akibat dari adanya pandemi. Kurikulum ini pun hadir menjadi opsi pemulihan pembelajaran tahun 2022 sampai 2024.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, menyebut, Pendaftar Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) jalur mandiri untuk jenjang PAUD SD, dan SMP di Kabupaten Kudus sudah menyentuh 412 sekolah.

Adapun jenjang PAUD yang telah mendaftar ada sebanyak 174. Lalu, jenjang SD ada 207 dari total 422 sekolah. Sedangkan, jenjang SMP ada sebanyak 31 dari total 51 sekolah.

“Ini berdasarkan data yang sudah masuk dari awal Maret hingga 8 April 2022, pendaftar sudah ada 412 sekolah,” katanya, Jumat (8/04/2022).

Kepala SDN 2 Nganguk, Kudus melakukan pendaftaran Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

Menurutnya, jumlah pendaftar tersebut terbilang sudah cukup tinggi. Hal ini menandakan bahwa sebagian sekolah di Kudus telah menyatakan siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Angka pendaftar tersebut pun diperkirakan akan bertambah hingga penutupan pendaftaran pada 30 April mendatang. Melihat prosentase pendaftar yang tinggi, diharapkan bagi sekolah yang sudah memiliki kesiapan matang agar segera mendaftar.

“Untuk syarat khusus mendaftar itu tidak ada, yang terpenting sekolah itu sudah siap dan ada kesiapan,” tandasnya.

Lebih lanjut, supaya bisa melakukan pendampingan secara maksimal, sekolah pendaftar juga diarahkan untuk memilih jalur Mandiri Berubah. Pilihan ini dipertimbangkan dengan alasan pilihan IKM paling mudah untuk diterapkan. Karena, posisi pilihan tersebut tidak merubah semua modul dan bahan pengajaran yang sudah ada.

“Jadi tidak serta merta merubah semua modul dan bahan pengajaran, tapi separo. Ini juga mempertimbangkan kesiapan guru juga agar tidak shock dengan pengajaran yang baru,” jelasnya.

Sedangkan, untuk sasaran siswa yang akan dijadikan simulasi pada IKM ini adalah siswa kelas 1 dan 4. Kelas tersebut akan dipraktekkan selama 3 tahun sembari melakukan evaluasi, sebelum nantinya pada tahun 2024/2025 akan diterapkan kepada semua kelas.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Nganguk, Ismayanti, menuturkan, sudah ikut berpartisipasi dalam pendaftaran IKM pada 25 Maret 2022 kemarin. Keikutsertaannya dalam pendaftaran ini dilakukan setelah mendapatkan Instruksi dari Korwil Kecamatan Kota adanya kesempatan mengikuti IKM melalui jalur mandiri.

“Sekolah sini sudah mendaftar pada 25 Maret 2022 kemarin, kita ikuti sesuai instruksi,” ujarnya, saat ditemui di SDN 2 Nganguk, Jumat (8/04/2022).

Adapun jumlah siswa di SD 2 Nganguk sendiri, lanjut Ismayanti, ada 116 siswa. Terkait nantinya siswa kelas 1 dan 4 yang akan menjadi sasaran praktek IKM, pihaknya belum mempersiapkan secara khusus terhadap siswa-siswanya.

“Kita belum ada kesiapan khusus, kita ikuti saja instruksi dari atas dan bagaimana pendampingannya nanti kita akan mengikuti,” katanya.

Ismayanti juga telah berkoordinasi dengan para guru dan akan mempersiapkan kembali kesiapan sesuai dengan instruksi selanjutnya. Dia menilai, Kurikulum Merdeka akan dijalankan dengan baik dengan pembinaan dan pembinaan yang matang. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.