5 Tahun Diakuisisi Jadi Jalan Kabupaten, Ruas Rejosari – Pelang Gading Rusak Parah

oleh -1,414 kali dibaca
Anggota komisi C DPRD Kudus Mardijanto saat melihat kondisi jalan alternatif Samirejo - Pelan Gading yang kondisinya rusak parah (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sempat melakukan aksi tanam pohon pisang di ruas jalan penghubung Desa Rejosari menuju ke  Pelang Gading. Sebagai bentuk protes atas tidak kunjung diperbaikinya jalan Kabupaten yang menurut warga sudah rusak parah semenjak tahun 2018 pada kemarin Sabtu (19/02) petang.

Namun meskipun akses masuk jalan tersebut sempat di blokir selama beberapa jam, jalan tersebut akhirnya kembali di buka oleh warga melalui pendekatan dari berbagai pihak.

Mashadi salah satu warga Desa Rejosari Kecamatan Dawe mengatakan, aksi blokir jalan dan penanaman pohon ini dilakukan oleh warga secara spontan. Hal ini dilakukan oleh warga lantaran kondisi jalan di Desa tersebut cukup memprihatinkan.

Kondisi jalan rusak parah di rusa jalan Rejosari – Pelanggading (Foto: YM)

Ini membuat warga kesulitan menguasai kendaraan disaat hujan turun, pasalnya ruas jalan licin serta bebatuan. Sedangkan jalan tersebut merupakan akses jalan penghubung, antara Desa Rejosari ke Margorejo dan Desa Lau.

Dari pantauan media ini, ruas jalan alternatif ini memang terlihat rusak parah, jalan berlobang disana-sini, aspal yang mengelupas serta jalan yang berkubang.

Anggota Komisi C DPRD Kudus, Mardijanto yang juga warga Desa Rejosari ini menjelaskan, aksi spontanitas warga  ini di picu lantaran beberapa hari yang lalu, terjadi peristiwa truk tergelempang di jalur tersebut, dan hal ini karena kondisi jalan yang memprihatinkan.  

Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat itu, Kekesalan warga dipicu akumulasi keinginan agar jalan tersebut segera diperbaiki, karena sudah seringkali terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut, baik roda dua maupun roda empat.

“Saya sendiri selaku anggota Banggar DPRD Kudus juga sudah sering mengusulkan perbaikan jalan tersebut, namun tak kunjung terealisasi. sementara sejak status jalan diambil alih pada tahun 2018 menjadi jalan Kabupaten, selama lima tahun ini memang belum ada perbaikan jalan di jalur tersebut,” katanya, Minggu (20/02/2022).

Dirincinya, ruas Jalan alternatif Rejosari – Pelang Gading ini adalah sepanjang 2 kilometer yang mengalami kerusakan parah adalah sepanjang  sekitar lebih dari satu kilometer. Yang merupakan akses jalan warga untuk menuju tiga Desa, yakni Desa Rejosari, Desa Lau dan Desa Margorejo. Pihaknya sudah pernah mengajukan usulan perbaikan sejak tahun 2018, 2019, 2020 hingga 2021.

“Kemarin saat 2019, mungkin karena memang membutuhkan dana terlalu banyak dan tidak menjadi skala prioritas bagi Pemkab atau mungkin dulu karena Kepala Dinasnya masih PLT sementara nilai pembangunan ditaksir mencapai 2 Miliar sehingga tidak terealisasi. Tahun 2020 sebetulnya sudah ada anggaran lagi dan sudah masuk TAPD tapi kena kebijakan refocusing. Lalu 2021 ada lagi juga tidak masuk lagi karena lebih terkonsentrasi untuk penanggulangan Covid-19,” tutur dia.

Dilanjutkannya didalam anggaran perubahan tahun 2021 kemarin karena saya ada di Bagian Anggaran memang ada sekitar 8 Miliar untuk perawatan jalan di Kabupaten Kudus .

“Ketika pembahasan dengan tim TAPD seingat saya ada dua prioritas yakni ruas jalan Bulung Cangkring – Gadu dan Rejosari-Pelang Gading. Entah karena apa mungkin ada yang lebih urgen, tapi nyatanya hingga saat ini perbaikan jalan ini masih belum terealisasi,” terang Mardijanto.

Terpisah saat ditemui dikediamannya, Kepala Desa Rejosari, Aris Widiarto, membenarkan bahwa memang pada malam kemarin sejumlah warganya melakukan aksi tanam pohon di ruas jalan tersebut nanun setelah dibujuk olehnya dan sejumlah aparat terkait lainnya, wargapun bersedia menghentikan aksinya.

“Ini sebetulnya bukan jalan Desa, ini sudah dikelola oleh Kabupaten. Kami sebenarnya sudah mengusulkan ini kedalam kegiatan Mustenbang di Kecamatan Dawe,” kata Aris.

Menurut Aris usulan ini tak hanya oleh pihaknya saja, Kades sebelum dia juga sudah beberapa kali melakukan usulan perbaikan jalan ini. Termasuk oleh anggota Dewan yang juga kebetulan warga setempat.

“Seandanya, jalan tersebut milik Desa, malah mungkin sudah kami perbaiki sejak lama dengan ADD,” tandas Aris. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.