6 Koperasi di Kudus Ikuti Pengelolaan Dana Bergulir Kementerian KUKM RI

oleh -261 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sebanyak enam koperasi di Kabupaten Kudus mengikuti sosialisasi yang digelar Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di Hotel Griptha, Selasa (27/08/2019).

Kegiatan yang terkait dengan koordinasi penyaluran dana bergulir untuk penguatan koperasi itu juga diikuti koperasi-koperasi dari Kabupaten Blora, Demak, Grobogan, Jepara, Pati, dan Rembang.

Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo saat memberikan sambutannya pada sosialisasi PDB LPDB KUMKM di hotel Gryptha Kudus (Foto: istimewa)

Hadir dalam kegiatan tersebut, dari Direktur keuangan LPDB Ahmad Nizar, perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Jawa Tengah Sondi Purwoko, Kepala Disnaker, Perinkop, dan UKM Kabupaten Kudus Bambang Tri Wahyu, para perwakilan koperasi hingga para pelaku UMKM.

Direktur Keuangan LPDB KUMKM Ahmad Nizar mengatakan kegiatan tersebut untuk melakukan koordinasi terkait pengalihan dana-dana yang pada tahun 2000 hingga 2007 pernah digulirkan oleh kementerian koperasi.

“Salah satu tempat penyalurannya adalah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 332,6 milyar. Mulai 2008 kementerian lembaga itu tidak boleh lagi menyalurkan dana bergulir, dan harus melalui Badan Layanan Umum (BLU),” katanya.

Tetapi, imbuh Nizar, dana-dana yang telah digulirkan tersebut harus dikembalikan pada BLU dan dana tersebut akan digulirkan kembali pada koperasi yang lain.

“Jadi kegiatan kali ini lebih pada pengalihan dana-dana tadi,” jelasnya.

Adapun pinjaman pengalihan dana bergulir yang disalurkan pada tujuh kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Blora, Demak, Grobogan, Jepara, Kudus, Pati, dan rembang berdasarkan nilai realisasi bersih (NRB) Rp 62,6 milyar.

Dari jumlah tersebut, dana yang telah dialihkan ke rekening LPDB-KUMKM sampai dengan tanggal 16 Agustus 2019 sebesar Rp 18.207.619.112.

“Mudah-mudahan harapan kita dengan menjalankan program pemerintah ini perkembangan koperasi juga semakin bagus karena adanya factor penguatan permodalan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut. Setidaknya koperasi di Kudus mampu bersaing.

“Terlebih sekarang sudah ada lembaga yang sudah menangani dana bergulir bagi koperasi yang memperkuat permodalan koperasi. Harapannya, dunia perkoperasian khususnya di Kabupaten Kudus menjadi lebih bagus lagi,” pintanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.