KUDUS, isknews.com — Suasana aula Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, tampak berbeda, puluhan warga, termasuk para pemuda Karang Taruna, mengikuti kegiatan penyuluhan yang menjadi bagian dari TMMD Reguler ke-125 Kodim 0722/Kudus. Tak hanya membangun infrastruktur fisik, program TMMD tahun ini juga hadir membangun kesadaran sosial dengan mengangkat dua isu penting: stunting dan penyalahgunaan narkoba, Senin (4/8/2025).
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber utama. Dr. Fasysa dari Puskesmas Rejosari Dawe menjelaskan secara komprehensif tentang pencegahan stunting, sebuah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang masih menjadi masalah di Kabupaten Kudus.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi soal perkembangan otak, kesehatan jangka panjang, dan produktivitas anak-anak kita di masa depan.”
Ia memaparkan empat langkah penting untuk mencegah stunting, yaitu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi seimbang, pemeriksaan kehamilan minimal empat kali, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di posyandu.
“Posyandu harus menjadi pusat informasi gizi dan perkembangan anak. Pemuda desa bisa berperan aktif dalam edukasi dan pemantauan langsung ke rumah-rumah.”
Peserta juga dibekali modul panduan gizi dan materi edukatif lain yang bisa digunakan sebagai bahan kampanye di lingkungannya.
Sesi kedua diisi oleh Iptu Haryono, Kaurbinops Satres Narkoba Polres Kudus. Ia mengangkat persoalan penyalahgunaan narkoba yang mulai menyasar generasi muda desa.
“Data kami menunjukkan, dari 68 kasus narkoba tahun lalu di Kudus, 72 persen pelakunya berusia 18 sampai 25 tahun.”
Ia menjelaskan tentang dampak narkoba terhadap sistem saraf, perubahan perilaku, dan potensi kriminalitas. Masyarakat diminta berani menolak, melapor, dan memberi dukungan kepada korban untuk menjalani rehabilitasi.
“Upaya pencegahan harus dimulai dari komunitas. Kami siap patroli rutin dan membuka jalur komunikasi dengan warga melalui hotline Polres.”
Antusiasme warga sangat tinggi. Ahmad Subari, Ketua Karang Taruna Desa Kandangmas, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kegiatan ini.
“Kami akan jadwalkan edukasi rutin di RT dan RW. Materi tentang gizi dan narkoba ini akan kami teruskan agar bisa dipahami oleh semua kalangan.”
Beberapa remaja bahkan berinisiatif membentuk Forum Remaja Sehat dan Bersih Narkoba, sebagai wadah kolaborasi edukatif dan pengawasan lingkungan berbasis pemuda.
Program TMMD Reguler ke-125 ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga tentang membangun generasi.
Sinergi TNI, tenaga kesehatan, kepolisian, dan pemuda desa menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh. (YM/YM)










