Belajar Matematika Jadi Asyik, Satgas TMMD Bawa Metode Gasing ke SD Kandangmas

oleh -588 Dilihat
Anggota Satgas TMMD Reguler ke 125 Kodim 0722/Kudus saat memberikan pelajaran Matematika dengan metode Gasing di SD Kandangmas 4 Dawe, Kudus (Foto: Satgas TMMD)

Kudus, isknews.com – Tawa ceria dan tepuk tangan anak-anak kelas 1 SD Negeri 2 Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menggema di ruang kelas yang sederhana itu, Senin pagi (4/8/2025).

Bukan karena kedatangan artis atau libur dadakan, tapi karena mereka tengah menikmati pelajaran matematika — yang biasanya ditakuti — lewat metode Gasing, singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD Reguler ke-125 Tahun 2025 Kodim 0722/Kudus, sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di daerah pelosok yang masih membutuhkan banyak sentuhan.

Dua prajurit Satgas, Serda Pranoto dan Serda Maftukin, menjadi fasilitator utama dalam pembelajaran pagi itu. Tanpa seragam lengkap, mereka hadir dengan senyum lebar dan media belajar sederhana yang menarik perhatian 30 siswa kelas 1. Dengan pendekatan bermain sambil belajar, angka-angka yang biasa membuat dahi berkerut kini justru jadi sumber kegembiraan.

“Ini namanya metode Gasing, supaya adik-adik bisa belajar matematika dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Serda Pranoto sambil memperagakan alat bantu hitung sederhana dari kardus warna-warni.

Anak-anak diajak menghitung penjumlahan dan pengurangan dengan gerakan tangan dan alat bantu visual. Metode ini dirancang agar siswa tidak hanya menghafal, tapi memahami konsep dasar matematika secara konkret.

Metode Matematika Gasing, singkatan dari Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, adalah pendekatan pembelajaran matematika yang dirancang untuk membuat matematika lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi siswa, terutama siswa sekolah dasar. Metode ini dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya, dan bertujuan untuk mengubah persepsi bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit.

“Anak-anak itu sebenarnya bisa, hanya perlu pendekatan yang tepat dan suasana yang ramah,” tambah Serda Maftukin sambil membantu seorang siswa menghitung dengan semangat.

Kepala Sekolah SD 2 Kandangmas, yang turut hadir mendampingi, mengapresiasi inisiatif dari Satgas TMMD. Ia mengaku kegiatan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di desanya, terutama karena anak-anak di daerah pegunungan seperti Kandangmas kadang sulit mendapat metode pembelajaran yang inovatif.

“Ini luar biasa. Anak-anak biasanya grogi kalau pelajaran matematika, tapi kali ini malah semangat sekali. Kami sangat terbantu,” ujarnya.

Program ini juga menjadi cerminan nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tak hanya sebatas membangun infrastruktur seperti jalan atau jembatan, tetapi juga membangun masa depan lewat pendidikan.

Seusai sesi, beberapa siswa bahkan secara spontan menyalami dan memeluk para anggota TNI. Salah satunya, Rafi (7), mengaku baru kali ini senang belajar matematika.

“Tadi diajarin nambah-nambah sama Pak Tentara. Enak banget, nggak takut lagi,” katanya malu-malu sambil memeluk papan berhitung kecil yang ia dapatkan dari sesi tersebut.

Pelajaran satu jam itu mungkin sederhana. Tapi semangat yang ditanamkan, tawa yang tercipta, dan kepercayaan diri yang tumbuh — semuanya adalah bekal besar bagi anak-anak Kandangmas untuk menatap masa depan yang lebih terang. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.