Kudus, isknews.com – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 116 Tahun 2023 Kodim 0722/Kudus sampai saat ini terus berjalan. Salah satu program sosial yang diusung oleh TMMD di Desa Gulang ini adalah rehab atas rumah tak layak huni (RTLH) milik Sumitrah warga RT. 07, RW. 04 Dusun Pokol Desa Gulang. Karena memang dinilai sangat memprihatinkan dan tergolong dalam rumah tidak layak huni.
Hingga saat ini sampai proses rehab atas rumah tersebut adalah tahap pemasangan genting, yang dilakukan cepat untuk mengantisipasi apabila cuaca hujan, Rabu (24/05/2023).
Pemasangan atap genting ini dilaksanakan secara bergotong royong setelah rangkaian kuda-kuda serta kaso-kaso dari konstruksi beja ringan tersebut selesai terpasang semuanya.
Tampak para anggota Satgas TMMD bersama dengan warga ada yang melangsir genting dibawah ada juga beberapa yang melaksanakan pemasangan genting diatas. Perbaikan RTLH dipimpin Kapten Inf P. Siagihan dan dibantu beberapa orang warga sekitar.
Komandan Kodim 0722/Kudus sekaligus Dansatgas TMMD Reguler ke 116 Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo, S.I.P., menyampaikan bahwa tidak semua warga yang mempunyai rumah tidak layak huni mendapatkan bantuan dalam TMMD.
“Hanya 2 unit rumah di Desa Gulang Kecamatan Mejobo Kudus Jawa Tengah yang mendapatkan perehaban. Untuk rehab RTLH satgas TMMD ini, sudah melalui seleksi oleh Pemerintah desa, Kecamatan dan Pemerintahan Kabupaten. Kita dari TNI hanya sebagai pelaku dalam pengerjaannya. Semoga yang belum mendapat giliran, tahun berikutnya akan mendapatkannya”, ujar Dansatgas
Dansatgas menambahkan, selain rehab rumah RTLH, juga ada pengecoran Jalan Usaha Tani ( JUT ) dan pembuatan Pos Kamling. Hal ini untuk membantu mensukseskan program pemerintah dalam pembangunan, terutama desa atau wilayah yang tertinggal.
“Hari ini kita fokus melaksanakan pemasangan genteng, dan sebagian lagi ada yang menyelesaikan pemlesteran dinding dengan lepan serta melaksanakan pengacian tembok yang sudah diplester, ”
Material yang digunakan adalah genting merah dari tanah liat, material yang cukup kuat dan tahan lama, Tanah liat terkenal dengan kekuatannya dalam menahan beban. Jika atap asbes menyerap panas saat musim kemarau, maka genteng tanah liat tidak seperti itu.
“Jenis atap ini cocok digunakan di iklim tropis seperti Indonesia karena kemampuannya yang justru menahan panas matahari. Hal ini disebabkan oleh ketebalannya sehingga rumah pun terasa sejuk,” tandasnya. (YM/YM)










