Perjuangan Margi, Pedagang Tape Keliling Asal Pati yang Setia Menyusuri Jalanan Kudus

oleh -6290 Dilihat
Margi, pedagang tape keliling asal Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. (Foto: Aditya/PPL UIN SUKU)

KUDUS, ISKNEWS.com – Di usianya yang sekitar 57 tahun, Margi, pedagang tape keliling asal Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, masih setia memikul dagangannya sambil berjalan kaki menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Kudus.

Setiap hari, ia berangkat membawa tape dalam sebuah pikulan yang menjadi teman setianya mencari nafkah.

Dengan langkah perlahan, Margi menawarkan tape kepada warga yang ditemuinya di sepanjang perjalanan.

Wilayah yang menjadi rute jualannya berada di kawasan Kota Kudus. Ia biasa memulai perjalanan dari kawasan Menara Kudus. Dari sana, ia melanjutkan langkah menuju kawasan Simpang Tujuh Kudus.

Perjalanan tersebut ditempuh dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, Margi singgah di beberapa titik yang dinilai ramai untuk menawarkan dagangannya. Sesekali ia berhenti ketika ada warga yang ingin membeli tape yang dibawanya.

Meski harus memikul beban dagangan selama berkeliling, Margi tetap menjalani pekerjaannya dengan tekun.

Baginya, pekerjaan itu merupakan cara untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga di rumah.

“Saya jualan buat keluarga di rumah. Capek itu biasa, yang penting tetap bisa bekerja,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Kalimat sederhana itu menggambarkan semangatnya dalam mencari nafkah.

Menurut Margi, rasa lelah sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sehari-hari. Ia mengaku tidak terlalu memikirkan beratnya pekerjaan selama masih diberi kesehatan untuk bekerja.

Selain harus berjalan cukup jauh, Margi juga menghadapi kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung.

Saat cuaca panas, ia tetap melanjutkan perjalanan sambil memikul dagangannya. Begitu pula ketika cuaca berubah mendung, aktivitas berjualannya tetap dilakukan seperti biasa.

Baginya, berhenti berjualan bukan menjadi pilihan selama masih mampu bekerja. Karena itu, ia terus berkeliling dari pagi hingga dagangannya habis terjual.

Rutinitas tersebut telah menjadi bagian dari kesehariannya sebagai pedagang tape keliling.

Di tengah perkembangan zaman, Margi masih mempertahankan cara berjualan secara langsung dengan mendatangi calon pembeli.

Cara itu membuatnya harus terus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Meski sederhana, pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kisah Margi menjadi potret keseharian pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari usaha mandiri. Di balik pikulan yang dibawanya, tersimpan ketekunan untuk terus bekerja dan mencari rezeki dengan cara yang halal.

Semangatnya menjadi pengingat bahwa kerja keras masih dijalani banyak masyarakat di tengah aktivitas kehidupan sehari-hari. (*)

Penulis: Aditya (PPL UIN SUKU)

No More Posts Available.

No more pages to load.