Endhah Sam’ani: Lentog Tanjung Kudus Punya Cita Rasa yang Khas

oleh -3143 Dilihat
Foto: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam'ani Intakoris, saat mencicipi lentog tanjung Pak Ndek. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, mengaku selalu merindukan cita rasa lentog tanjung setiap kali berkesempatan menikmati kuliner khas Kabupaten Kudus tersebut. Menurutnya, perpaduan rasa yang dimiliki lentog tanjung menjadi keunikan yang sulit ditemukan di daerah lain.

Usai menjalankan kegiatan penanganan stunting, Endhah menyempatkan diri singgah di Warung Pak Ndek, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Warung yang telah berdiri sejak 1952 itu dikenal sebagai salah satu tempat legendaris yang masih mempertahankan cita rasa autentik lentog tanjung.

Saya sudah cukup lama tidak makan lentog tanjung, ini tidak ada di daerah lain, enak sekali rasanya,” ujar Endhah.

Ia menilai kelezatan lentog tanjung berasal dari perpaduan lentog berukuran besar dengan sayur gori, kuah lodeh yang gurih, taburan bawang goreng, serta sambal khas yang disajikan sesuai selera. Kombinasi tersebut menghadirkan cita rasa yang khas dan menjadi identitas kuliner Kabupaten Kudus.

Menurut Endhah, keberadaan lentog tanjung tidak hanya menjadi sajian favorit masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan yang datang ke Kota Kretek untuk berburu kuliner tradisional.

Ia juga mengapresiasi inovasi pelaku usaha yang menghadirkan lentog tanjung dalam kemasan kaleng. Produk tersebut dinilai menjadi solusi bagi warga Kudus yang tinggal di luar daerah agar tetap bisa menikmati cita rasa kampung halaman.

Yang kemasan kaleng itu sebagai obat untuk orang Kudus yang punya tempat tinggal di luar Kudus. Tapi, kalau ke Kudus harus makan langsung yang fresh dari penjualnya seperti ini,” katanya.

Sementara itu, pemilik Warung Pak Ndek generasi ketiga, Asfiatun, mengatakan komitmennya adalah menjaga resep keluarga yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak warung tersebut dirintis pada 1952. Sejak mulai mengelola usaha pada 2003, ia memastikan cita rasa lentog tanjung tetap dipertahankan sebagaimana yang dikenal masyarakat selama puluhan tahun.

Yang khas dari lentog tanjung itu, untuk lontongnya ini berukuran besar, itu yang dinamakan lentog. Terus, ada sayur gori, kuah lodeh, dan bawang goreng, rasanya khas dan beda dari lainnya,” jelas Asfiatun.

Selain lentog tanjung, Warung Pak Ndek juga menyediakan aneka pelengkap seperti sate telur puyuh, sate jeroan, gorengan, dan kerupuk. Menurut Asfiatun, jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama Jumat hingga Minggu.

Ia berharap setiap wisatawan yang datang ke Kabupaten Kudus tidak melewatkan kesempatan mencicipi lentog tanjung sebagai salah satu warisan kuliner daerah yang telah bertahan lintas generasi.

Lentog tanjung sendiri merupakan sajian tradisional berbahan dasar lontong berukuran besar yang disajikan dengan sayur gori, kuah lodeh, bawang goreng, dan sambal. Hidangan yang umumnya dinikmati sebagai menu sarapan itu hingga kini tetap menjadi salah satu ikon kuliner khas Kabupaten Kudus dan terus digemari masyarakat maupun wisatawan. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.