KUDUS, ISKNEWS.COM – Revitalisasi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, Kabupaten Kudus, resmi dimulai dengan dukungan anggaran sebesar Rp1,45 miliar dari pemerintah pusat. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti atas perhatian terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Sam’ani saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti dalam agenda peletakan batu pertama revitalisasi SLBN Purwosari sekaligus penyerahan bantuan buku bacaan bermutu, Jumat (31/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris.
Menurut Sam’ani, bantuan revitalisasi sekolah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Ia berharap pembangunan tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses pembelajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan revitalisasi ini. Semoga fasilitas yang lebih baik dapat memberikan kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar dan membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Selain revitalisasi gedung sekolah, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menerima bantuan buku bacaan bermutu. Sam’ani turut mengapresiasi kontribusi PT Pura yang ikut mendukung peningkatan budaya literasi melalui bantuan buku bagi peserta didik.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tenaga pendidik, tetapi juga didukung sarana dan prasarana yang memadai. Dengan fasilitas yang semakin baik, peserta didik diharapkan dapat belajar dalam suasana yang lebih aman, nyaman, dan kondusif.
Sementara itu, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus memperluas akses pendidikan yang inklusif agar seluruh anak memperoleh hak belajar tanpa terkecuali. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan pendidikan berbasis komunitas untuk menjangkau anak-anak yang belum dapat terlayani di SLB maupun sekolah negeri melalui jalur afirmasi.
“Pendidikan berbasis komunitas ini kami siapkan agar anak-anak yang belum bisa masuk SLB maupun sekolah negeri tetap memperoleh layanan pendidikan yang terbaik,” katanya.
Abdul Mu’ti menambahkan, keberhasilan pendidikan inklusif juga ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah mendorong guru-guru reguler mendapatkan pembekalan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK), sekaligus melibatkan relawan untuk memperkuat layanan pendidikan.
“Kami mengajak para relawan, termasuk relawan pendamping ABK, karena kebutuhan pelayanan masih sangat besar. Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa yang harus terus didukung agar berkembang secara optimal,” jelasnya.
Revitalisasi SLBN Purwosari memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,45 miliar yang digunakan untuk membangun tiga ruang kelas baru beserta fasilitas toilet. Pekerjaan konstruksi dimulai pada 31 Juli 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat pada Desember 2026.
Melalui pembangunan tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Kudus semakin meningkat. Revitalisasi sekolah yang didukung penyediaan buku bacaan bermutu juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. (AS/YM)






