GEBBRAG : Hijrah Itu Berat, Tapi Didalamnya Ada Rasa Nikmat

oleh -734 Dilihat

Kudus, isknews.com – Gerakan Bersedekah dan Bebas Riba Group (GEBBRAG) mengajak masyarakat untuk berhijrah yang berkah, dengan harapan bertambahnya kebaikan setelah berhijrah,melalui “Seminar Berkah Setelah Hijrah”  pada Minggu (21/5/2017) beberapa waktu lalu di Pendopo MVR.

Obrolan dan sharing kali ini tambah menarik dengan hadirnya 3 pemateri yang mumpuni, yakni Lereng Cahyo Handoko, pengusaha online shop yang sudah sukses, Tommy Arno Funs seorang praktisi bisnis online, dan terakhir Sigit Setiawan Founder Gebbrag.

Pemateri Lereng Cahyo juga menyampaikan 4 langkah cara terbebas dari perbuatan riba terdapat dalam surat Al Baqarah 276 – 277 yakni Meningkatkan Iman, Beramal shaleh (berbuat baik kepada banyak orang), Mendirikan Sholat dan Menunaikan Zakat.

Lebih lanjut, hikmah meninggalkan riba menjadikan hidup jadi lebih berkah, tenang, keluarga lebih bahagia dan lebih dekat kepada Allah

“Dan bagi yg sudah terlibat dimulai dengan bertaubat dan berhenti untuk tidak bertransaksi hasil dari riba,” Ujarnya

Hijrah Terbebas Dari Riba, memang sangat sulit, dan biasanya ada fase dimana usaha kita akan terjun bebas menurun dan tidak seperti biasanya sewaktu masih senang berhutang dan bertransaksi dengan riba.

 

Pantauan isknews.com saat dilokasi, GEBBRAG juga memberikan solusi nyata dengan Hadirnya Mas Tommy Arnu Funs, setelah Hijrah seketika itu orang bingung ingin melangkah untuk mengawali usaha yang tanpa modal, bisnis online adalah salah satu jawabanya.

Bukan hanya mengajak Hijrah atau edukasi tentang Riba tapi juga memberikan solusi nyata. GEBBRAG juga mengajak orang untuk bersedekah dan proyek pertama yaitu memberikan motor roda 3 ke mas Arif salah satu penjual koran di gang 4 (Selatan simpang tujuh Kudus) agar lebih berdaya dan memudahkan dalam usahanya.

Selama bertahun tahun beliau kayuh kursi rodanya menggunakan kekuatan tangan tapi sekarang dengan berjalan kurang lebih hampir 1 jam, Alhamdulillah dengan hadirnya motor roda 3 bisa lebih cepat dan tidak terlalu capek dan kebetulan beliau Mas Arif kemarin waktu seminar juga ikut hadir.

Seperti halnya fase kehidupan setelah hijrah yang di alami master suhu Sigit Setiawan, Founder sekaligus pemateri pada acara itu menceritakan pengalaman hidupnya sewaktu masih dalam kubangan riba.

Pertama adalah Istidraj, suatu ‘penglulu” dari Allah kepada hamba-Nya dengan cara memberikan peluang besar dan kemudahan berhutang yang pada akhirnya membuat terlena dan semakin jauh dari Allah.

Fase kedua adalah peringatan, Sigit pernah mengalami 4 kali kecelakaan pakai kendaraan, namun yang terparah orang yang saya tabrak meninggal dunia, waktu itu saat jadi sopir truk.

Dalam bisnis, saya juga diberi ujian hidup,salah satunya dibidang ekspor kelapa, pernah di tipu orang, meskipun omset bisnis besar namun sebenarnya kosong.

Cobaan selanjutnya yakni saat ibu yang berpulang ke rahmatullah, menjadi ujian bagi Sigit harus berpisah lebih dulu, untuk menghadap sang pencipta. Bagaimanapun sosok ibu adalah keramat di dunia, karenanya, Do’a ibu di ijabah dan tembus langit, sebagaimana ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua, begitupun sebaliknya.

Sebagaimana 4R, Ridho Allah, Ridho Orang Tua, Ridho dari anggota keluarga, dan Ridho rang yang lemah

Setelah meninggalkan dan beberapa tahun melewati masa dimana masih diperbudak oleh riba, tiba saatnya pada fase setelah hijrah tersebut, telah nampak sedikit demi sedikit perubahan yang telah dirasakannya, yakni, bebas beban fikiran karena hutang, dan penyakit riba sudah terselesaikan.

Allah maha kuasa sedangkan manusia tiada berdaya, maha benar Allah atas segala firman-Nya, “saya meyakini, hikmah dari meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah, kini banyak sekali tawaran bisnis baru yang berdatangan.” Ungkap Sigit dihadapan peserta seminar yang dihadiri 50 orang lebih.

“Hikmah selanjutnya yakni, semakin banyak waktu untuk beribadah dan berkegiatan sosial.” Jelasnya yakin.

Ahmad Faiz Zainuddin dalam catatannya, Jika melalui kamu Allah memberikan hifsyahnya kepada seseorang, maka peranmu di dunia lebih besar dibanding matahari kepada bumi.

Dikesempatan lain sang rasul bersabda, “Salah satu amal yang paling utama untuk kita lakukan adalah memasukkan rasa bahagia ke hati orang lain.

Dan ketika nabi musa bertanya kepada Allah “Ya Allah, bagaimana caraku menemuiMu, aku sudah sangat rindu padamu,”.

Dan Allah menjawab,  Wahai musa, jika kamu ingin menemuiku selama dibumi, selama di dunia, maka temuilah aku diantara orang-orang yang hancur hatinya, orang-orang yang sedih, hiburlah mereka.

Orang-orang yang lapar berilah makan mereka. Orang-orang yang sakit sembuhkanlah Obati mereka. Dan orang-orang yang kesepian temanilah mereka, Murnikan niat mereka hanya mencari ridho Allah, melakukannya sepenuh hati, sepenuh cinta pada-Nya.

Sementara itu, Jalaluddin Rumi berpendapat, “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada Seseorang melalui dirimu, maka itu lebih baik bagimu, dari apa yang dijangkau matahari sejak terbit hingga terbenam”

“Dan Allah senantiasa membantu seseorang hamba, selama hamba tersebut membantu Saudaranya” (HR  MUSLIM). (AJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.