Achwan Soroti Perda RTRW Kudus yang Hambat Pertumbuhan Investasi dan Ekonomi

oleh -805 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinamika pertumbuhan investasi dan pembangunan di wilayah Kabupaten Kudus perlu dilakukan perubahan pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) demi fleksibilitas pengembangan semua sektor. Seperti diketahui, saat ini, Perda RTRW tersebut sedang mendapatkan evaluasi dari Gubernur Jateng.

Belum adanya realisasi peruhanan rencana tata ruang wilayah kabupaten Kudus menjadi sorotan anggota DPRD provinsi Jawa Tengah, dari Partai Nasdem Achwan Sukandar, dirinya menyoroti perlu adanya perubahan regulasi soal RTRW, karena saat ini banyak persoalan di Kudus yang menghambat iklim investasi.

Draf peraturan daerah (Perda) rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) 2020 di kabupaten Kudus hingga kini belum jelas, meskipun saat ini prosesnya masih di tahap penyesuaian, pihaknya menyebutkan jika Perda tentang RTRW merupakan Perda yang menjadi acuan para investor untuk masuk kekabupaten Kudus.

Achwan Sukandar, Anggota DPRD provinsi Jawa Tengah, Dapil Jateng 3 dari Partai Nasdem (Foto: YM)

“Banyak persoalan di Kudus yang tidak mendukung iklim investasi, antara lain persoalan lahan dan regulasi, hal itu yang menjadi acuan para investor untuk menanamkan investasinya di suatu daerah,” kata Achwan baru-baru ini.

Sedangkan menurut dia di kabupaten Kudus lahan untuk investasi industri sangat sulit, dan harganya jauh lebih tinggi jika dibanding dengan daerah lain, sehingga saat ini banyak investor yang menanamkan investasinya diluar daerah.

“Perubahan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2020 di Kabupaten Kudus, kedepan sya harapkan menjadikan Kudus nantinya lebih pro investasi karena terdapat sejumlah kawasan yang potensial disiapkan untuk pengembangan aneka industri,” tambahnya.

Achwan menegaskan, kalau kabupaten Kudus itu arahnya ingin menarik para investor, regulasi Perda RTRW harus segera dirubah sehingga dapat memberi peluang para investor untuk menanam investasinya diKudus, pihaknnya menyayangkan karena banyak lahan diKudus timur dan selatan masih ada ratusan hektar yang mangkrak dan tidak bisa digarap.

“Saya sebagai warga Kudus yang juga anggota DPRD Provinsi   Jawa Tengah, belum pernah diajak diskusi mengenai permasalahan hal tersebut,  sehingga tidak bisa turut membantu agar para investor masuk ke Kudus, kalau lahan yang tidak bisa digarap dan dipertahankan sebagai lahan pertanian, ini sangat disayangkan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti mengungkapkan dengan adanya perubahan RTRW, nantinya akan mudah menarik investasi.

Pasalnya, kata dia, tersedia lahan yang memungkinkan dikembangkan sebagai kawasan industri, sedangkan aturan sebelumnya belum mendukung pengembangan investasi peruntukan lahannya belum mengakomodir kepentingan investasi.

“Setelah ada Perda RTRW yang terbaru, maka promosi potensi daerah kepada para investor bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Kepentingan investasi terkait jarak lahan untuk industri dari as jalan lebih dari 500 meter ke kiri dan/atau ke kanan diukur dari as jalan juga sudah diakomodir untuk Jalan Kudus-Pati maupun Jalan Kudus-Jepara.

Untuk saat ini, Dinas Penanaman Modal Kudus belum bisa mempromosikan potensi daerah karena aturan pendukungnya belum jadi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.