Ali, Siswa Berprestasi yang Pernah Jadi Korban Bullying

oleh -396 Dilihat
Ali, Siswa Berprestasi yang Pernah Jadi Korban Bullying
Foto: Yusuf Ali Akbar yang tengah memegang piala, Senin (23-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tak disangka, Yusuf Ali Akbar, siswa berprestasi asal SDN 1 Jati Kulon ini pernah menjadi korban bullying teman sekolahnya. Di sekolah sebelumnya, Ali kerap diejek dan ditertawakan teman-temannya karena memiliki logat yang berbeda. Bagi anak seumurannya, logat sunda kombinasi bali yang dimiliki Ali, mungkin terdengar lucu dan aneh. Dari situ, Ali menjadi bahan candaan teman-temannya hingga muncul sebuah aksi kekerasan.

Kepada isknews.com, Ali menceritakan, awalnya dia tidak bermasalah dengan teman-temannya yang mengatakan kalau logatnya lucu dan aneh. Namun kelamaan, olok-olokan temannya dirasa semakin keterlaluan. Hal tersebut kemudian dibicarakan dengan kedua orang tuanya.

“Saya mulai diledekin sama teman-teman saat kelas dua. Awalnya dikatain logatnya lucu, saya senang-senang saja. Namun kelamaan ledekan mereka keterlaluan. Hal itu, seing saya bicarakan ke orang tua, mereka hanya menasehati untuk membiarkannya,” jelas siswa kelas 6 SDN 1 Jati Kulon tersebut.

Dia melanjutkan ceritanya, puncaknya pada saat Ali duduk di bangku kelas 3. Kejadiannya terjadi setelah istirahat. Waktu itu, Ali masuk ke dalam ruang kelasnya, tanpa diketahui alasannya tiba-tiba temannya memukuli kepala bocah lugu ini, dengan botol air minum.

Ali, Siswa Berprestasi yang Pernah Jadi Korban Bullying
Foto: Yusuf Ali Akbar yang tengah memegang piala, Senin (23-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Waktu itu tidak sampai luka, hanya saja dikepala rasaya sakit,” ujarnya. Kekerasan yang dialami itu, kemudian dilaporkan Ali kepada pihak sekolah. Namun, laporannya justru tidak ditanggapi serius oleh pihak sekolah.

Ali mengaku, sempat trauma dan takut berangkat sekolah karena kejadian itu. Melihat pihak sekolah yang tidak menaggapi kejadian tersebut dengan serius. Orang tua Ali kemudian memindahkannya ke SDN 1 Jati Kulon.

Di sekolah yang baru, Yusuf Ali Akbar merasa lebih senang karena teman-temannya mau menerima logatnya yang lucu dan aneh itu. Dia mengungkapkan logat tersebut diperolehnya dari orang tuanya. Ayahnya orang sunda dan Ibunya orang Bali, sehingga logatnya menjadi campuran sunda-bali.

Guru SDN 1 Jati Kulon, Hertik, mengakui awalnya ia merasa cukup aneh dengan logat bicara Ali. Namun kelamaan, dia mulai terbiasa dengan logat tersebut. Terlebih, Ali adalah anak yang pintar dan sopan, sehingga saya mulai tertarik membina anak ini.

“Kebetulan dulu waktu awal pindah ke sini, wali kelasnya saya. Memnag awalnya anak ini terlihat aneh dan lucu. Teman-temannya di sini juga merasakan hal yang sama. Lalu saya rangkul anak-anak untuk mendekati Ali. Karena Ali anaknya pintar dan sopan, sehingga guru dan teman-temannya juga nyaman dengannya. Setelah beberapa tahun ini, saya melihat Ali nyaman dan senang sekolah di sini,” paparnya, Senin (24-07-2018).

Hertik menuturkan, di SDN 1 Jati Kulon sebagian siswanya memang dari luar kota, sehingga memiliki wajah, kulit dan logat berbeda sudah menjadi sesuatu yang lumprah. Jadi tak sulit, bagi teman-teman Ali untuk menerima logatnya yang unik itu.

“Kalau di sekolah yang lama, anak-anaknya dari lokal daerah itu. Sehingga dengar logat saya terasa aneh. Kalau di sini, anak-anaknya bisa menerima logat saya,” tegas Ali.

Tak dipungkiri, sekolah baru dengan teman-teman yang menyenangkan, mebuat Ali bisa mengembangkan bakatnya dengan baik. Di sekolah barunya, ia berhasil menorehkan sejumlah prestasi, antara lain, Juara 2 Duta PMR tingkat Provinsi dan 500 Besar Finalis OSK tingkat Nasional.

Kepala Sekolah SDN 1 Jati Kulon, Sri Wahyuningsih, menyayangkan anak sepotensial ini pernah mengalami tindakan bullying di sekolah lamanya, hanya karena memiliki logat yang berbeda. Pemahaman mengenai kebhinekaan memang perlu di tanamkan pada jiwa anak-anak, untuk meminimalisir tindakan kekerasan atau bullying di sekolah. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.