Kudus, isknews.com – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menggelar studi banding ke RTMM Kudus. Kunjungan itu merupakan rangkaian studi banding yang sebelumnya mereka lakukan di Jakarta.
Menurut Suherman, pimpinan rombongan yang juga merupakan Ketua KSPSI sekaligus Ketua FSP RTMM Kabupaten Pasuruan mengatakan, Kunjungannya ke RTMM Kudus untuk belajar mengenai pengelolaan organisasi yang dengan anggota lebih dari 72 ribu anggota namun dapat berjalan dengan baik dan harmonis.
“RTMM Kudus dinilai sangat cakap dalam mengelola organisasinya. Minimnya konflik antar pekerja yang terjadi di bawah naungan mereka. Padahal, anggota dari RTMM Kudus ada sebanyak 72 ribu lebih orang dan semuanya merupakan pekerja aktif,” ujar Suherman, disela-sela kunjungannya, Sabtu (30/07/2022).
Menurutnya, ini bagian yang ingin pihaknya pelajari, bagaimana RTMM Kudus dinilai berhasil mengorganisir masa sebanyak itu, soliditas pengurus unit kegiatan (PUK) dan komunikasi yang baik dengan pemerintah Kabupaten, dapat dipastikan manajemen organisasinya berjalan dengan baik.
”Anggota RTMM di Kabupaten Kudus ini kan punya KTA digunakan untuk berbelanja di UMKM, inilah yang ingin kami ketahui bagaimana sistemnya, kami ingi belajar banyak di sini, termasuk juga pencairan BLT Buruh Rokok yang di tempat kami masih belum bisa dicairkan,” tuturnya.
Sementara itu ditempat yang sama, tuan rumah Ketua PC FSP RTMM Kudus Suba’an Abdul Rochman menyambut baik kunjungan ini. Selain menjalin silaturahmi antarsesama pengurus, kegiatan ini juga bisa menjadi ajang tukar ilmu.
”Kami juga akan belajar dari mereka utamanya terkait apa yang ada di mereka tapi belum ada di kami dan itu demi kemaslahatan anggota kami,” pungkasnya.
Suba’an menilai keberhasilan sejumlah program yang ada dilingkup organisasiosiasinya memang menjadikan bahan kajian dari organisasi RTMM kolega mereka di sejumlah daerah yang lain untuk mengaplikasikannya di tempat mereka.
“Bagaimana negoisasi tim kami terkait jumlah penerima BLT Buruh rokok yang meningkat lebih tinggi yakni 63 ribu lebih dari alokasi awal yang 60 ribu. Serta sejumlah inovasi terkait pemanfaatan KTA buruh sehingga bermanfaat, misalnya program kerjasama dengan UMKM terkait potongan harga, hingga tiket masuk ke obyek wisata di Kudus,” terangnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop UKM) Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan, RTMM adalah layaknya rumah bagi pekerja rokok.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong para pengurus RTMM untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah terkait nasib dan kesejahteraan buruh rokok di Kudus.
”Tugas mereka adalah mengayomi dan melindungi pekerja rokok di Kudus, kami juga mendorong mereka untuk beregenerasi dan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tandasnya. (YM/YM)










