Angin Puting Beliung Sapu Empat Desa di Undaan, 221 Rumah Rusak dan Jalur Kudus–Purwodadi Terganggu

oleh -665 Dilihat
Kondisi salahsatu rumah warga yang terdampak. (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sapuan angin puting beliung (angin lesus) menerjang wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (30/3/2026) sore. Akibatnya, ratusan rumah warga di empat desa mengalami kerusakan dan sempat mengganggu akses di jalur utama Kudus–Purwodadi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Awalnya hujan turun dengan intensitas ringan, namun dalam waktu sekitar lima menit berubah menjadi hujan sangat deras disertai angin kencang hingga memicu terjadinya puting beliung.

Data sementara mencatat sebanyak 221 rumah warga terdampak di empat desa, yakni Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang.

Desa Medini menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 192 rumah rusak. Sementara itu, di Desa Kalirejo terdapat 12 rumah rusak, Desa Glagahwaru 15 rumah, dan Desa Terangmas mengalami kerusakan termasuk dua bangunan yang dilaporkan roboh total.

Selain merusak permukiman, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Di antaranya terjadi di jalur utama Kudus–Purwodadi yang sempat mengganggu arus transportasi serta jaringan listrik warga.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Syarif Hidayat, mengatakan tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Kami bersama tim segera melakukan penanganan, mulai dari pembersihan pohon tumbang, pendataan kerusakan, hingga koordinasi dengan pihak PLN terkait jaringan listrik yang terdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses evakuasi pohon tumbang dilakukan secara hati-hati karena sempat menimpa kabel listrik. Sebelum pembersihan, pihaknya berkoordinasi dengan PLN untuk memadamkan aliran listrik guna menghindari risiko bahaya.

Setelah dipastikan aman, pohon yang tumbang langsung dipotong dan dirapikan agar akses jalan warga kembali normal,” jelasnya.

Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Camat Undaan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, aparat kecamatan dan desa, hingga relawan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Syarif menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, warga terdampak sangat membutuhkan bantuan logistik, baik berupa pangan maupun material bangunan.

Diperkirakan, kebutuhan mendesak untuk perbaikan rumah mencapai sekitar 14.000 genteng. BPBD Kudus juga masih terus melakukan pendataan dan memastikan laporan yang ada saat ini bersifat sementara.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.