Antisipasi Kenaikan Harga Sembako, Dua Pasar Tradisional Disidak

oleh

Pati, isknews.com – Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga sembako menjalang natal dan tahun baru, petugas gabungan dari satgas mafia Pangan Polres Pati, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), dan BUlog Subdivre II Pati melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Puri dan Pasar Rogowongso, Pati.

Kabid Perdagangan Rekso mengatakan, untuk harga komofitas pokok seperti beras beserta sayuran, bisa dibilang cukup stabil. Mengingat, untuk harga jual para pedagang masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Memasuki Natal dan Tahun baru biasanya jauh-jauh hari memang sudah terjadi lonjakan harga di sejmlah komoditas pokok. Tetapi, dar hasil sidak yang kami lakukan, harga masih aman dan tidak ada kenaikan. Bahkan ada juga komoditas yang turun meskipun sedikit,” ungkapnya, Senin (27/11/2018).

TRENDING :  Babinsa Bantu Para Petani Saat Tanam

Meski demikian, dirinya mengaku akan tetap melakukan pemantauan di pasar tradisional. Selain itu, pihknya juga akan mengantisipasi agar tidak ada kenaikan menjelang tahun baru tersebut.

TRENDING :  BRI Kudus Dapat Alokasi Tambahan Rp 55 Miliar Untuk Penukaran Uang

“Tim kami akan melakukan pemantauan hingga pasca tahun baru 2019. Nantinya, apabila terjadi kenaikan yang berlebihan, segera akan kami tindak,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Perum Bulog Sub Divre Pati, Taufiq. Dirinya mengaku, untuk harga jual beras medium di pasaran masih relatif stabil. Untuk harga dari gudang per kilo beras medium memang seharga Rp 8.500. Ketika nanti sudah sampai di pasaran, harganya Rp 9000 per kilo.

TRENDING :  Satpol PP dan Polres Pati Geruduk Karaoke Berkedok Warkop di JLS

“Beras medium dengan harga Rp 8.500 itu aff gudang, artinya mengambil di gudang dengan harga biaya angkutan dan buruh. Kemudian 9.000 rupiah yang kemasan harga di konsumen. Masyarakat bisa menjualnya sesuai dengan ketentuan HET,” katanya. (wr/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :