Awas Jangan Keluyuran, Malam Minggu Besok Kudus Resmi Mulai Berlakukan Jam Malam

oleh -1.104 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Meski tidak menetapkan Kudus dengan status menjadi zona merah atau pun daerah KLB (kejadian luar biasa). Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun belum akan diterapkan di Kabupaten Kudus.

Namun sejumlah ruas jalan diwilayah Kudus akan diberlakukan jam malam. Penetapan jam malam itu akan berlaku mulai hari Sabtu besok (18/04/2020) dengan menutup sejumlah ruas jalan yang telah ditetapkan.

Pemberlakuan jam malam di sejumlah titik ruas jalan yang akan diberlakukan mulai malam Minggu 17/04/2020 besok (Foto: istimewa)

Beberapa tempat yang diberlakukan jam malam di antaranya adalah Alun-alun Simpang Tujuh dan Area Balai Jagong Wergu yang disertai penutupan beberapa ruas jalan menuju area tersebut.

Sejumlah PKL Balai Jagong jelang pemberlakuan jam malam peroleh bantuan beras dari Pemkab Kudus (foto: YM)

Pemberlakuan jam malam pada pukul 20.00 WIB-06.00 WIB  akan ditetapkan bagi semua warga Kudus, dengan sasaran utama warga, PKL dan kegiatan perdagangan.

“Jam malam ini adalah upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19 yang hingga kini grafiknya masih terus naik di Kudus,” kata Plt Bupati Kudus, HM Hartopo, Jumat (17/04/2020).

Menurut Hartopo, kebijakan tersebut diambil setelah beberapa hari sebelumnya, pihaknya masih mendapati banyak warga yang tak taat dengan anjuran pemerintah untuk social distancing dan physical distancing.

Di beberapa titik kota, ternyata masih banyak ditemukan warga yang nongkrong-nongkrong di warung PKL maupun tempat-tempat lain.

“Bagi yang membandel, pihak kepolisian akan mengangkutnya dan dikarantina di Mapolres Kudus,” ujar Hartopo.

Menurutnya, pembatasan jam malam tidak dimaksudkan untuk mematikan usaha PKL. Apalagi saat ia turun ke lapangan melihat pusat keramaian di Kudus, banyak ditemukan warga yang nongkrong tidak menggunakan masker.

”Saya juga menemukan bebrapa perempuan cantik bertato yang saat kami datang, tiba-tiba sibuk melayani pembeli. Dari penampilannya jelas mereka bukan PKL. Jika memang mereka bukan warga Kudus, akan saya minta untuk segera dipulangkan,” katanya.

Seperti diketahui jam malam akan diberlakukan Pemkab Kudus mulai Sabtu (18/4). Untuk wilayah Alun-alun Simpang Tujuh, penutupan jalan dilakukan dengan menutup jalan perempatan BNI, Pura, samping Masjid Agung, Gatot Subroto, Jl. Pemuda, SMP 2 Kudus dan Sleko.

Sementara untuk area Balai Jagong Wergu Wetan, penutupan dilakukan di ruas jalan depan KONI, Disbudpar dan depan Dani Catering. Pemberlakuan jam malam tersebut akan menerjunkan petugas dari Polres, Kodim, Satpol PP dan Dishub.

Tak hanya PKL saja, usaha warung dan kafe juga akan diberlakukan kebijakan jam malam yang sama.

”Jika pun buka, tidak boleh ada pembeli yang makan di tempat. Dibungkus saja kalau membeli, terus dibawa pulang,” katanya.

Menurutnya nantinya hanya tempat-tempat penjual kebutuhan logistik pokok saja yang boleh beroperasi pada jam malam tersebut. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.