Bangun Tandon Air Raksasa, PDAM Kudus Manfaatkan Logung Sebagai Sumber Air Baku Untuk Diolah

oleh

Kudus, isknews.com – Sebuah tandon air raksasa kini sedang dibangun oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Tangki beton berbentuk bulat ala glass tank berdiameter 28 meter dengan ketinggian 7 meter itu dibangun di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo tak jauh dari Bendungan Logung.’

Menurut Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus, Ayatullah Humaini, tandon air raksasa itu merupakan bak penampungan untuk pemanfaatan air baku Bendungan Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo Jekulo dengan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus.

“Itu dimaksudkan sebagai bangunan penangkap air (intake) sumber permukaan bendungan melalui pipa ukuran 400 dim sepanjang sekitar satu kilometer,” kata Humaini, Senin (29/06/2020).

Diterangkannya, nantinya air dari bak penampung dengan kapasitas 5.000 meter kubik (m3) itu kemudian akan disalurkan ke Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA).

TRENDING :  PDAM Kudus Targetkan 4000 Pelanggan

“Pekerjaan pembuatan bak penampung sudah dimulai 20 April lalu, dan sebelum akhir tahun 2020 ini ditargetkan sudah rampung dan segera dioperasikan oleh PDAM,” tuturnya.

PDAM Kudus kini sedang membangun tandon air raksasa untuk menampung air baku dari bendungan logung yang akan diolah di WTP (Foto: YM)

PDAM Kudus, ungkapnya, terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan ke pelanggan dengan memanfaatkan sumber air permukaan Logung pada tahun 2021.

“Jatah air baku yang dapat dimanfaatkan sebesar 200 liter per detik, untuk
alokasi sekitar 16 ribu pelanggan. Pemanfaatan air baku Logung dikoneksikan ke seluruh pipa jaringan pelanggan baru di Kecamatan
Jekulo, Kota, Bae, Dawe dan Mejobo,” papar dia.

Saat ini PDAM masih mengandalkan 63 sumur produksi air bawah tanah (ABT) untuk melayani sekitar 50 ribu pelanggan. Dengan rencana penambahan sejumlah sumur produksi baru hingga akhir 2020, jumlahnya
bisa mencapai sekitar 54.500 pelanggan.

TRENDING :  Teater Tigakoma Akan Pentaskan Lakon "RSJ"

“Kami tidak boleh hanya mengandalkan sumur produksi, tetapi juga sumber air permukaan salah, satunya dari Bendungan Logung,” tambahnya.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Kudus, Ayatullah Humaini (Foto: YM)

Humaini mengatakan, untuk pemanfaatan air baku Logung hingga ke pelanggan, dibutuhkan dana investasi sekitar Rp 180 miliar.

“Investasi sebesar itu untuk membangun bak penampung, WTP, dan jaringan transmisi utama hingga perpipaan ke para pelanggan,” bebernya.

Kebutuhan dana antara lain dipenuhi dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Ditjen SDA Kemen-PUPR), serta kerjasama PDAM dengan  pihak swasta.

“Tahap pertama dan kedua menelan dana sekitar Rp 60 miliar, dibiayai
Ditjen SDA dari sumber APBN,” rincinya.

Ditjen SDA siap membangunkan intake, bak penampung serta jaringan pipa transmisi ke bak penampung hingga WTP.  Lelang proyek dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku penyedia air baku.

TRENDING :  Bangun Instalasi Pemanfaatan Air Baku Logung, PDAM Kudus Butuh Investasi Rp 180 Miliar

Investasi tahap berikutnya sekitar Rp 120 miliar untuk pembangunan WTP dengan total kapasitas 200 liter per detik, serta penyediaan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan jaringan tersier ke sambungan rumah (SR).

WTP yang rencana sebelumnya dibangun di daerah Honggosoco dan Desa Terban Kecamatan Jekulo, akan dipindahkan tidak jauh dari bangunan bak penampung.

Tujuannya agar lebih efisien, dan calon pelanggan di bagian atas yang dilalui pipa jaringan nantinya tetap dapat menikmati air PDAM.

“Pembangunan WTP, JDU dan jaringan tersier yang seharusnya  ditangani
Balai Besar Cipta Karya, kemungkinan akan diserahkan ke PDAM dengan
kerjasama pihak swasta,” katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :