Banjir Hampir Sepekan, Pemerintah Belum Salurkan Bantuan

oleh -292 Dilihat
Foto: Siswa MTs Madarijul Huda Kembang, Dukuhseti membawa bantuan makanan dengan ban bekas diatas genangan air di Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Dukuh Slempung, Kecamatan Dukuhseti, Pati, hingga Senin (12-02-2018) masih terendam air, banjir tahunan memang kerap melanda wilayah tersebut. Diketahui, sudah lima hari ini permukiman warga daerah tersebut direndam banjir.

“Banjir sudah berlangsung lima hari, sampai saat ini masih tinggi. Ini hari kelima. Saat ini sama sekali belum ada bantuan dari pemerintah,” jelas Karmini warga Dukuh Slempung RT 08/RW 03.

Lanjutnya, “Banjir mulai menggenang sejak Kamis (08-02-2018) lalu. Bahkan, kemarin sempat naik hingga satu meter di halaman rumah, dan juga masuk ke dalam rumah. Di sini hampir setiap tahun terjadi banjir.”

Untuk bertahan hidup, nenek berusia 62 tahun itu mencari keong di sawah terdekat dan kerang di laut. Karena, ketinggian air yang menggenang saat ini sekitar 60 sentimeter, membuatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Harapannya ada bantuan dari pemerintah, berupa sembako. Agar kami bisa bertahan hidup karena kondisi masih banjir seperti ini. Hanya kali ini saja, ada bantuan makanan. Itupun dari anak-anak sekolah tadi,” kata Karmini.

Untuk membantu meringankan beban hidup korban bencana banjir, sejumlah siswa dan guru dari Yayasan Madarijul Huda Kembang, Dukuhseti, menggalang dana untuk memberikan bantuan makanan. Hal itu sebagai bentuk kepedulian sekolah atas penderitaan korban banjir yang terjadi lima hari terakhir ini.

“Tidak hanya sebatas proses belajar di sekolah, kami juga melatih anak-anak untuk peduli terhadap lingkungannya. Terlebih, para korban banjir ini memnag belum tersentuh bantuan,” ujar guru MTs Madarijul Huda Kembang, Syaiful Umam. (WR/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.