Pati, ISKNEWS.COM – Tawa sumringah dan lepas tampak di wajah Santoso (15) ketika diajak bermain oleh para pegiat sosial yang tergabung dalam komunitas Berbagi Itu Indah, Minggu (16-07-2018) kemarin.
Santoso adalah seorang remaja yatim piatu yang hidup serba kekurangan. Selain itu, warga Dukuh Krekel Desa Bageng Kecamatan Gembong Pati ini juga mengalami cacat mental serta tumbuh kembang fisik yang tidak normal.
“Kami ternyuh melihat kehidupan Dik Santoso yang serba kekurangan ini. Berangkat dari itulah kami, dari Komunitas Berbagi Itu Indah memberikan sedikit bantuan dan mengajak dia untuk bermain,” terang salah seorang anggota komunitas, Nurul Pratiwi.

Bantuan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk barang seperti sembako, almari, baju dan lainnya, namun juga berupa pengobatan dan pemberian vitamin. Bahkan untuk memberikan kegembiraan bagi remaja malang ini, tidak segan-segan mereka mengajak Santoso bermain.
“Kami berbagi tugas, ada yang membersihkan kamar serta tempat tidur adik ini, juga ada yang memotongi kukunya. Kami juga memberikan vitamin, memeriksa kesehatannya dan memberikan obat,” papar Nurul saat dihubungi, Senin (16-07-2018).
Seperti pernah diberitakan, Santoso hidup sebatangkara setelah kedua orang tuanya meninggal di perantauan. Saat ini bocah tersebut dirawat oleh Yanto dan Sukini, pasangan suami istri yang hidup miskin.

Dengan tanpa berharap imbalan keluarga ini dengan setia merawat Santoso. Tidak segan-segan mereka bergantian membopong Santoso ketika hendak buang air. Terkadang jika Susanto kedapatan buang kotoran di kamar, mereka pun membersihkannya mengingat kondisi remaja ini tidak bisa berjalan seperti bocah pada umumnya.
“Alhamdulillah ketika kami ajak bermain tadi Dik Santoso mau berkomunikasi dengan kami. Dan dia senang sekali ketika kami beri sejumlah mainan. Tapi kami rasa bantuan tadi ada yang kurang, padahal itu sangat penting dan dibutuhkan, jadi kedepan kami akan berusaha untuk memenuhi kekurangan itu,” pungkas Nurul Pratiwi. (IN/WH)












