Bentuk Karakter dan Cita-cita, 817 Murid PAUD di Kudus ikuti Manasik Haji

oleh -196 Dilihat
Murid-murid PAUD bersemangat melantunkan talbiyah saat mengikuti manasik haji massal. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 817 murid dari delapan lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus mengikuti kegiatan latihan manasik haji yang digelar pada Sabtu, 24 Mei 2025 di lapangan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Kegiatan ini juga melibatkan 142 guru pendamping, sehingga total peserta mencapai 959 orang.

Delapan lembaga yang ambil bagian dalam kegiatan ini meliputi TK IT Umar Bin Khattab (UBK), KB IT UBK, TPA Hanifa, KB Syamsa Auladina, TK Pertiwi Jati Wetan, PAUD IT UBA, PAUD IT Al Qolam, dan KB IT Al Ikhsan. Kegiatan manasik ini merupakan bentuk kolaborasi antar lembaga, dengan TK IT Umar Bin Khattab Kudus sebagai penyelenggara utama.

Kepala Sekolah TK IT Umar Bin Khattab Kudus, Eti Nidiawati, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik ini bertujuan untuk memperkenalkan rukun Islam kelima sejak dini kepada anak-anak.

“Harapannya anak-anak memiliki cita-cita tinggi dan kelak mampu melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi antarlembaga serta membentuk karakter anak,” ungkapnya.

Eti menjelaskan bahwa pihaknya memberikan subsidi untuk mendukung keikutsertaan lembaga-lembaga lain, terutama yang memiliki jumlah murid sedikit, agar tetap bisa melaksanakan manasik tanpa terbebani biaya besar.

Kegiatan manasik ini dilaksanakan secara menyeluruh dengan mempraktikkan beberapa rukun haji seperti membaca talbiyah, wukuf di Arafah, mabit di Mina, melempar jumrah, mencicipi air zamzam, thawaf mengelilingi Ka’bah, hingga simulasi penyembelihan hewan kurban.

Apresiasi atas kegiatan ini disampaikan oleh Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Kesmas) Disdikpora Kudus, Arini Budi Utami.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan ini. Manfaatnya besar bagi anak-anak karena selain memperkenalkan ibadah haji sejak dini, juga menjadi bagian dari pembinaan karakter,” ujar Arini.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai sarana edukasi spiritual dan moral bagi anak-anak di usia emas mereka. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :