Bentuk Rasa Sukur Sebelum Panen, Petani Kopi di Pegunungan Muria Gelar Tradisi Wiwitan Kopi

oleh -409 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sebagai bentuk rasa sukur sebelum dilakukan panen, petani kopi menggelar tradisi wiwit kopi di kebun kopi di Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe Kudus, Minggu (26/09).

Dengan membawa nasi dan lauk pauk sebagai bentuk rasa sukur, anggota keluarga dan kerabat dekat melakukan doa bersama. Kemudian, sebagian dari nasi dan lauk pauk tersebut juga disisihkan dan dipersembahkan untuk penunggu di kebun kopi.

Pemilik Kebun Kopi, Sukaryo (65 tahun) menyampaikan, sesuai dengan namanya, tradisi wiwitan kopi dilakukan sebelum melakukan panen. Wiwit kopi menjadi tradisi tahunan yang masih dilestarikan oleh warga sekitar sebagai bentuk rasa sukur dan rasa hormat.

“Acara ini selalu dilakukan oleh petani kopi Desa Colo sebagai bentuk rasa sykur kami terhadap hasil panen kopi kita tiap tahunya,” ujarnya.

Untuk rangkaian acaranya, lanjut Karyo, biasanya para petani akan mengajak anak, cucu, dan kerabat dekat ke kebun kopi untuk berdoa dan makan bersama.

Adapun makan bersamanya dilakukan secara kepungan. Dimana, nasi pitih yang dibawa dari rumah, kemudian diletakkan memanjang diatas daun pisang. Kemudian ditambah dengan lauk pauk, seperti tahu, tempe, perkedel kentang, mi.

“Setelah berdoa dan makan bersama, biasanya kami juga memberikan satu besek makanan dan membakar menyan di salah satu pohon kopi. Hal ini sebagai bentuk meminta keselamatan, meminta agar pohon kopi selalu subur, dan bentuk terimakasih kepada penunggu yang ada di kebun kita,” ucapnya.

Sementara itu, menantu Sukaryo, Triyanto R Soetardjo menambahkan, karena kebun milik keluarga berada di ketinggian, maka baru dilakukan tradisi wiwitan September.

“Biasana awal bulan Juli sudah ada yang melakukan wiwitan kopi, tetapi karena kebun milik mertua saya berada diketinggian, jadi baru bisa dipanen akhir September ini,” tuturnya.

Selain dilakukan secara pribadi, tambah Triyan, bisa juga dilakukan perdesa. Hal tersebut digelar untuk uri-uri tradisi para leluhur, serta mengenalkan tradisi pada generasi seterusnya.

Pihaknya berharap, semoga petani kopi semakin semangat untuk bertani, bisa lebih sejahtera, dan kedepan kopi muria bisa menggaung didunia perkopian.

“Untuk panen tahun ini alhamdulillah kopinya bagus. Hasil panen kopi juga mempunyai siklus, biasanya 3 tahun bagus, nanti tahun depanya kurang bagus, dan tahun berikutnya nanti bagus lagi gitu,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.