Berlangsung Tiga Hari, RSA Kudus Vaksin Ratusan Nakesnya

oleh -215 kali dibaca
Direktur RSA Kudus, dr Hilal Ariadi, saat divaksin oleh petugas (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah tenaga kesehatan di rumah sakit di Kudus mulai melaksanakan vaksinasi terhadap nakesnya terhitung sejak tanggal 25 dan dijadwalkan akan tuntas dilakukan pada vaksinasi tahap 1 hingga 28 Januari besok. Dari data DKK Kudus tercatat 5.618 nakes akan dan telah dilakukan vaksinasi covid-19.

Demikian halnya dengan nakes di Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus, terhitung sejak hari Selasa (26/1) hingga besok Kamis (28/1) vaksinasi gelombang pertama dijadwalkan tuntas dilakukan terhadap nakes di rumah sakit amal usaha Muhammadiyah Kudus tersebut.

Ditemui disela-sela pelaksanaan vaksinasi hari kedua yang dilaksanakan di Aula lantai 3 RSA, direktur RSA Kudus, dr Hilal Ariadi melalui Person in charge (PIC) vaksinasi RSA, dr Indah Rosiana mengatakan, RSA Kudus mengusulkan 424 nakes untuk divaksin, namun yang disetujui mendapat vaksin sementara ini baru sebanyak 297 nakes.

“Hari ini merupakan hari kedua vaksinasi di RSA. Saat ini, nakes yang sudah divaksin sebanyak 164 nakes. Sedang nakes yang belum melakukan skrening untuk keperluan vaksinasi, tercatat sebanyak 93 tenaga kesehatan,” kata Indah, didampingi Ketua Satgas Covid-19 RSA Kudus dr Agus Prasetya, Rabu (27/01/2021).

Adapun yang belum disetujui mendapat vaksin, pihaknya mengaku akan mengusulkan kembali ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus agar bisa mendapat vaksin.

“Penyuntikan vaksinasi tentunya dilakukan untuk nakes yang telah lolos dari screening vaksinasi, bila kondisinya kurang membaik, akan menjadwalkan ulang di kemudian hari. Selama tidak ada kendala serta lolos screening vaksinasi, tenaga kesehatan langsung diberikan vaksin melalui suntikan,” tutur Indah.

Seorang tenaga kesehatan RSA Kudus saat disuntik vaksin (Foto: YM)

Dia menuturkan, dalam pelaksanaan vaksinasi ini, berdasarkan aturan dari pemerintah tidak semua nakes bisa divaksin. Nakes yang bisa divaksin tidak ditemukan gejala penyakit seperti batuk, pilek, tensi darah tinggi yang bisa dinormalkan dan beberapa penyakit lain yang dapat segera disembuhkan.  

‘’Adapun nakes yang benar-benar tidak bisa divaksin, sebelumnya terpapar covid-19 (berdasarkan hasil tes PCR), umurnya lebih dari 60 tahun, tensi darah dan jiwanya tidak terkontrol atau autism lainnya dan memiliki riwayat penyakit jantung,’’ paparnya.

Didampingi petugas, seorang dokter RSA dilakukan screening sebelum dinyatakan boleh divaksinasi (Foto: YM)

Sementara itu ketua Satgas covid -19 RSA, dr Agus Prasetya di tempat yang sama mengatakan, selain mengusulkan nakes untuk mendapat vaksin, RSA Kudus juga mengusul tenaga kontrak di rumah sakit setempat agar mendapat vaksin. Saat ini, mereka sudah melakukan registrasi, dan datanya akan dikirimkan ke DKK Kudus.

‘’Kami juga mengusulkan para petugas cleaning service untuk mendapatkan vaksin juga, agar tidak ada kesenjangan, karena resiko yang mereka hadapi juga sama dengan kami,’’ jelas Agus.

Dituturkannya, hingga hari kedua pelaksanaan vaksin di RSA tidak ada penolakan dari nakes serta tidak adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Alhamdulillah sampai saat ini tak ada satupun nakes menolak di vaksin juga belum ada laporan KIPI, semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja,” tandas Agus Prasetya yang mengaku sebagai penyintas Covid-19. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :