Kudus, isknews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyebab keracunan massal yang dialami ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus berasal dari kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepastian tersebut diperoleh setelah hasil uji laboratorium menemukan bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal yang dikonsumsi para siswa.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada makanan MBG tersebut.
“Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal,” kata Nanik dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Selain uji laboratorium, BGN juga melakukan investigasi terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan MBG. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang memproduksi menu MBG untuk SMA Negeri 2 Kudus dinilai belum memenuhi standar kelayakan.
BGN menemukan sejumlah kelemahan, mulai dari aspek sanitasi dapur, higiene penjamah makanan, hingga prosedur pengolahan pangan yang belum sesuai standar, sehingga berpotensi menyebabkan kontaminasi bakteri.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto, membenarkan bahwa penyebab keracunan massal di SMA Negeri 2 Kudus adalah bakteri E-Coli yang terkandung dalam menu MBG.
“Seperti yang dilaporkan BGN, memang terdapat bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal dalam menu MBG yang disajikan kepada siswa,” ujar Nuryanto saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026)
Nuryanto menjelaskan, hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tersebut baru keluar setelah menunggu sekitar 10 hari sejak pengambilan dan pengiriman sampel makanan.
“Iya benar, hasil uji laboratorium sudah keluar, seperti yang disampaikan oleh BGN,” katanya.
Meski demikian, Nuryanto mengaku pihaknya hingga kini masih menunggu salinan resmi laporan hasil uji laboratorium untuk disampaikan ke Dinas Kesehatan
Kabupaten Kudus. Selain itu, Dinkes Kudus juga masih menunggu hasil uji kandungan kimia lanjutan terkait bakteri E-Coli pada menu MBG tersebut.
Diketahui, peristiwa keracunan massal akibat menu MBG ini terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Sedikitnya 545 siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Dari jumlah tersebut, 131 siswa harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit karena mengeluhkan pusing, diare, hingga mual sejak Rabu (28/1/2026) petang hingga keesokan harinya. Bahkan, tercatat 47 siswa mengalami kondisi cukup parah dan harus menjalani rawat inap.
Akibat insiden tersebut, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Purwosari hingga menunggu hasil evaluasi lebih lanjut. BGN juga merekomendasikan agar dapur SPPG melakukan perbaikan sesuai standar kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan sebelum kembali beroperasi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus yang turut mendampingi proses investigasi juga mendapati bahwa tempat produksi MBG tersebut belum memenuhi standar BGN, termasuk aspek sanitasi serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sementara itu, Wakil Kepala Humas SMA Negeri 2 Kudus, Dwiyana, mengaku pihak sekolah hingga kini belum menerima laporan resmi terkait hasil uji laboratorium menu MBG yang menyebabkan keracunan massal tersebut.
“Hasil pemeriksaan laboratorium belum sampai ke kami,” ujarnya. (YM/YM)








