Bongkar Ratoon Dispertan, Program Kemitraan Petani Tebu Genjot Swasembada Gula

oleh -842 kali dibaca
ilustrasi foto petani tebu (istimewa)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) terus meningkatkan Kemitraan dengan Petani tebu. Mitra petani berperan dalam produksi tebu dan bahan baku di pabrik gula, oleh karenanya peningkatan kemitraan dengan petani tebu terus dilakukan untuk mendukung program swasembada gula. Satu di antaranya dalam memenuhi kebutuhan petani tebu di Kudus adalah menjaga ketersediaan pupuk.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Sunardi mengharapkan, jangan sampai pupuk menjadi permasalahan petani di Kabupaten Kudus.Pasalnya, pupuk subsidi ini memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan para petani.

‎”Kami terus mengupayakan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terus diperbaharui sesuai kebutuhan petani,” jelas dia, disela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPTR Sari Buana Kudus yang digelar beberapa waktu lalu.

Pihaknya selalu bekerjasama dengan Dinas Perdagangan untuk bersama-sama mengatur agar petani dapat memperoleh pupuk secara memadai.

“Dengan pupuk yang terdistribusi lancar, maka hasil pertanian juga baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Termasuk di antaranya dengan memaksimalkan penggunaan lahan yang kurang produktif untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Kami sangat mendukung lahan pertanian dan mengoptimalkan lahan marjinal menjadi lahan produktif,”‎ ujar dia.

Setiap tahun, khusus petani tebu juga mendapatkan bantuan ‎demplot untuk memberikan pemahaman petani terhadap tanaman pertanian diantaranya dengan melakukan Bongkar ratoon. 

“Program Bongkar ratoon ini dilakukan dengan tujuan utama mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu agar tercapai swasembada gula. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan,  kemandirian dan profesionalisme petani tebu,” katanya.

Seperti diketahui, bongkar ratoon adalah melakukan peremajaan tanaman (tanam ulang) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu dalam ton per ha. Pelaksanaan metode bongkar ratoon dilakukan dengan pelaksanaan pembongkaran eks tanaman ratoon terlebih dahulu dan dilakukan konsepsi penggantian varietas, sedangkan rawat ratoon adalah pemeliharaan tanaman tebu keprasan secara intensif. 

Dengan Bongkar ratoon tanaman akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi dari pada rawat ratoon. Jika dilihat dari rendemennya, ternyata metode bongkar ratoon juga memiliki rendemen yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. Dengan demikian maka dengan melakukan bongkar ratoon petani akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. 

“Bantuan yang diberikan berupa bibit, pupuk, dan uang pemeliharaan. Kami berkoordinasi kepada petani siapa saja nanti yang akan ikut program itu. Bibitnya kami peroleh dari Purbalingga. ‎Tujuannya agar petani mendapat tebu varietas terbaru yang hasilnya lebih baik. Menggantikan tebu yang sudah terlalu tua,” ujar dia.‎

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kudus, Suharjo‎ mengharapkan budidaya tebu di Kabupaten Kudus dapat optimal.

“Dari petani tebu di Kudus harapannya bisa swasembada gula,” ujar dia.

Dia juga berharap, Pabrik Gula (PG) Rendeng yang tahun lalu tidak beroperasi bisa segera menyerap produksi petani tebu di Kudus.

“Selama ini sudah berjalan bagus, tapi karena ada revitalisasi. Jadi dua tahun tidak giling di sini,” jelas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.