Brownis Batik Pertama di Kudus, Motif Menara Kudus Jadi Best Seller

oleh -1.220 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Baru satu bulan merintis usaha brownis dengan motif batik, Omah Ara Coklat sudah banjir pesanan tiap harinya. Bahkan, sistem pemasaran yang hanya mengandalkan jejaring via whatsapp ini banyak membuat ketagihan para pembelinya.

Pemilik Omah Ara Coklat, Ika Sri Wahyuni, menyebut, ada lima motif batik yang dibuatnya saat ini. Antara lain, motif batik menara kudus, menara kudus dan parijoto, parijoto, gapura air tiga rasa rejenu dan parijoto, gerbang kudus tembakau cengkeh dan menara kudus, serta motif batik parang.

“Untuk awalnya saya membuat motif batik menara kudus, kemudian ditawarkan suami saya ke teman-temannya, ternyata pada tertarik,” ujarnya.

Sebelum menciptakan brownis batik, Ika mengungkapkan sudah berkecimpung di dunia kuliner, khususnya donat, sejak satu tahun yang lalu. Setelah dirasa memiliki pasar yang dirasa cukup, kemudian dia berinovasi untuk membuat brownis yang berbeda di pasaran.

“Kebetulan saya itu suka menggambar sejak sekolah dasar, jadi untuk membuat seperti ini (brownis motif batik,red) tidak terlalu kesulitan,” tambahnya.

Saking hobinya dengan menggambar, Ika mengku tidak terlalu kesulitan untuk membuat berbagai motif untuk brownis buatannya itu. Hanya saja, dia mengakui bahwa butuh konsentrasi yang baik dan cukup memakan waktu.

Lebih lanjut, Ika menceritakan bagaimana dirinya tertarik menggeluti bisnis kuliner sejak satu tahun lalu. Disamping itu, dia juga seorang guru di salah satu PAUD di Kudus.

“Karena daring, jadi coba bikin usaha apa yang bisa dilakukan di rumah. Pas lihat temen buat brownis, kemudian tertarik. Rasanya juga enak pas anak-anak saya mencicipi,” terangnya.

Kali pertama motif batik yang dibuatnya adalah motif menara kudus. Motif ini dipilih dengan maksud untuk menarik perhatian masyarakat Kudus.

Setelah berhasil memasarkan produk dengan motif batik menara kudus, kemudian menyasar motif lainnya. Hingga kemudian membuar motof batik parang, dengan tujuan untuk menyasar pasar di Solo, Jawa Tengah.

“Semoga bisa menyasar hingga ke luar daerah,” harapnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.