Bupati Kudus Perintahkan Pemeriksaan Terkait Video Viral Diduga Bermuatan Asusila di RSUD

oleh -162 Dilihat
upati Kudus Sam’ani Intakoris. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris merespons beredarnya video viral yang diduga bermuatan asusila dan dikaitkan dengan lingkungan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Ia menegaskan telah memerintahkan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan kebenaran video tersebut.

Ditemui pada Senin (5/1/2026), Sam’ani mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan Inspektorat bersama Direktur RSUD dr Loekmono Hadi untuk melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Dengan adanya video itu, kami perintahkan kepada Inspektur dan Direktur RSUD untuk melakukan pemeriksaan. Setelah nanti dilakukan pemeriksaan, sesuai dengan aturan BLUD, akan kami lihat apa saja yang perlu diperiksa dan dibutuhkan,” ujar Sam’ani.

Ia menegaskan, pemeriksaan akan dilakukan secara intensif dan objektif, termasuk memastikan apakah peristiwa dalam video tersebut benar terjadi di lingkungan RSUD. Sam’ani juga menekankan pentingnya asas keadilan, termasuk memberikan hak jawab kepada pihak-pihak yang diperiksa.

“Nanti dalam pemeriksaan tentu akan kami lihat semuanya. Bisa saja ada hak jawab, bisa jadi bukan yang bersangkutan, atau ternyata orang lain. Kita tunggu hasil pemeriksaan dari tim,” tegasnya.

Sam’ani menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kudus, termasuk dirinya bersama Wakil Bupati, berkomitmen mengawal proses pemeriksaan tersebut agar berjalan transparan dan sesuai aturan.

Sebelumnya, media sosial di Kabupaten Kudus dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 50 detik yang diduga bermuatan asusila dan dikaitkan dengan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Video tersebut diunggah oleh akun media sosial @ketutdewi_99 dan menuai perhatian publik.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria dan seorang perempuan berada di dalam sebuah ruangan tertutup, diduga sedang berpelukan dan berciuman. Pada tampilan layar CCTV dalam video tersebut, terlihat tulisan “RMH TNGGA” yang kemudian memicu spekulasi warganet mengenai lokasi kejadian yang diduga berada di lingkungan rumah sakit.

Unggahan video itu disertai narasi bernada kecaman terhadap dugaan perilaku tidak pantas di lingkungan pelayanan publik. Pengunggah menuliskan kalimat “STOP PERILAKU AMORAL DI LINGKUNGAN PELAYANAN PUBLIK” serta menilai dugaan tindakan tersebut mencederai nilai moral, etika, dan kemanusiaan.

Selain itu, narasi unggahan juga menyinggung identitas Kabupaten Kudus sebagai Kota Santri yang menjunjung tinggi nilai akhlak dan adab, serta mendesak adanya penyelidikan dan penegakan hukum secara tegas dan transparan.

Berdasarkan pantauan, video tersebut telah ditonton sekitar 9 ribu kali dan dibagikan puluhan kali. Namun, kolom komentar pada unggahan tersebut diketahui telah dinonaktifkan oleh pemilik akun.

Hingga kini, kebenaran isi video, identitas pemeran, serta keterkaitannya dengan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Kudus. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :