Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, melakukan kunjungan mendadak ke SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Senin (27/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi rutinitas kegiatan bernuansa religius yang diterapkan di sekolah tersebut, seperti salat duha, sholawatan, doa bersama, dan pembacaan Asmaul Husna setiap pagi.
“Hari ini kami datang secara mendadak, dan alhamdulillah melihat anak-anak melaksanakan salat duha bersama, dilanjutkan dengan sholawatan, doa, dan Asmaul Husna. Ini kebiasaan yang sangat baik, membentuk karakter islami dan tawaduk kepada guru maupun orang tua,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, pembiasaan tersebut merupakan bagian dari pendidikan adab dan sopan santun yang harus terus ditanamkan sejak dini. Bupati juga mengapresiasi berbagai kegiatan khas sekolah, seperti SALMON, Salam Moorning, DUGI SURGA, Dhuha Pagi Seluruh Warga, NGABARI, Ngaji Bareng Setiap Hari
GEMES, Gerakan Mengaji Setiap Hari, JUDIKA, Jum’at Peduli Bersedekah dan SABER, Sabtu Bersih
“Ini kearifan lokal yang luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan lancar, agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga menyampaikan gagasan agar ke depan ada program tukar pelajar antara sekolah negeri dan swasta, seperti antara SMP 1 Negeri dengan SMP 1 Muhammadiyah.
“Kalau di luar negeri ada program student exchange, kenapa di sini tidak? Biar ada interaksi dan saling belajar antar sekolah. Nanti Dinas Pendidikan akan mengkaji ide ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Ali Zamroni, menyambut hangat kedatangan Bupati. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap sekolah swasta.
“Kami merasa sangat bahagia dan bersyukur. Kehadiran Pak Bupati menunjukkan bahwa sekolah swasta juga mendapat perhatian yang sama. Jadi kami tidak merasa seperti ‘anak tiri’,” tuturnya.
Ali menjelaskan bahwa sekolahnya memang memiliki berbagai program pembiasaan harian yang berorientasi pada pembentukan karakter islami.
“Kegiatan kami dimulai dari Salmon (Salam Morning), yaitu anak-anak disambut guru dengan salam dan senyum. SALMON, Salam Moorning, DUGI SURGA, Dhuha Pagi Seluruh Warga, NGABARI, Ngaji Bareng Setiap Hari, GEMES, Gerakan Mengaji Setiap Hari, JUDIKA, Jum’at Peduli Bersedekah dan SABER, Sabtu Bersih, doa bersama, Asmaul Husna, dan Ngaji Bareng di kelas-kelas. Siang harinya kami juga rutin salat berjamaah Zuhur, bahkan Asar berjamaah untuk kelas unggulan,” terangnya.
Selain itu, sekolah juga mengembangkan program Gemes (Gerakan Mengaji Setiap Hari) dan pengajian anjangsana, di mana siswa secara bergiliran mengaji di rumah teman sekelas untuk mempererat silaturahmi.
“Target kami sederhana: membiasakan anak-anak untuk cinta mengaji. Dari situ akan tumbuh kebiasaan baik,” ujar Ali.
Ia menegaskan, tujuan utama sekolah adalah mencetak peserta didik yang islami dan berprestasi.
“Ketika anak-anak sudah menjadi pribadi yang saleh dan salihah, insya Allah kecerdasan dan prestasi akan mengikuti, karena ada keberkahan dan doa dari guru serta orang tua,” imbuhnya.
Siswa Merasa Tenang dan Senang
Salah satu siswi, Azkiya mulya annisa (12), mengaku senang dengan adanya kegiatan rutin keagamaan di sekolah.
“Senang bisa salat berjamaah dan doa bareng teman-teman. Setelah duha itu rasanya tenang banget,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan tidak mengganggu pelajaran. “Enggak terganggu, soalnya setelah itu pelajaran tetap jalan seperti biasa.”
Dengan pembiasaan bernuansa islami yang konsisten, SMP 1 Muhammadiyah Kudus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan selaras dengan pendidikan akademik. Dukungan langsung dari Bupati menjadi semangat tersendiri bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam membentuk generasi berakhlak mulia dan berprestasi. (AS/YM)







