Bupati Kudus Tinjau Banjir Goleng hingga Temulus, Pastikan Pengungsi Aman dan Logistik Terpenuhi

oleh -691 Dilihat
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris turun langsung meninjau dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kab. Kudus, Selasa (12/1/2026). (Foto: YM)

Kudus, isknews.comBupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026).

Peninjauan dilakukan mulai dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, hingga posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.

Di Dukuh Goleng, banjir telah merendam permukiman warga sejak dua hari terakhir. Genangan air dengan ketinggian 40 hingga 50 sentimeter membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke posko kebencanaan, sementara lainnya masih bertahan di rumah masing-masing.

Ketua RW 12 Dukuh Goleng, Sukijan, menyebutkan sedikitnya 100 rumah terdampak banjir.

Menurutnya, kondisi banjir di wilayah tersebut merupakan persoalan tahunan yang kerap terjadi saat musim penghujan.

“Banjir sudah dua hari ini dan air belum surut. Rata-rata ketinggian air 40 sampai 50 sentimeter. Ada warga yang mengungsi dan ada pula yang masih bertahan,” ujar Sukijan.

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi SD Negeri 3 Pasuruhan Lor sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan sementara waktu.

Usai meninjau lokasi banjir, Bupati Kudus melanjutkan kunjungan ke sejumlah posko pengungsian warga terdampak.

Di antaranya posko pengungsian di TPQ Khurriyatul Fikri, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, serta posko pengungsian di MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.

Saat berkunjung, Sam’ani Intakoris bersama sejumlah OPD menyerahkan bantuan logistik, termasuk selimut, matras, makanan siap saji, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ia juga tampak berbaur dengan para pengungsi, bercengkerama dengan warga, bahkan menggendong balita yang berada di posko pengungsian.

Bupati Kudus, saat bercengkerama dengan warga dengan masyarakat yang berada di posko pengungsian. (Foto: YM)

Sam’ani memastikan kondisi para pengungsi secara umum dalam keadaan aman dan sehat.

Pemerintah daerah juga menyiagakan petugas kesehatan untuk memantau kondisi warga di posko.

“Untuk posko pengungsian kita pastikan aman dan nyaman. Logistik masih mencukupi. Jika ada warga yang sakit, puskesmas akan segera turun untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Sam’ani.

Ia menambahkan, Pemkab Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir mulai 12 hingga 19 Januari 2026.

Selama masa tersebut, pemerintah akan terus memantau perkembangan banjir serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Wilayah Goleng ini memang seperti cekungan. Nanti akan kita evaluasi dan lakukan asesmen. Kami juga mendorong Dinas PUPR untuk mengecek jalan dan infrastruktur yang rusak agar segera diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengungsi asal Desa Temulus, Ngatono, mengaku telah mengungsi sejak tiga hari terakhir lantaran rumahnya masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

“Sekitar 47 rumah terdampak. Sebagian warga mengungsi di sini, sebagian lainnya ke rumah kerabat. Alhamdulillah di posko ini tersedia dapur umum sehingga cukup membantu,” tuturnya.

Sebagai informasi, sebanyak 40 warga Desa Temulus mengungsi di MI Hidayatus Shibyan. Sementara di Dukuh Goleng, tercatat 24 warga mengungsi di TPQ Khurriyatul Fikri. Adapun sebagian besar warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu banjir surut. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.