Bursa Kerja Kudus Sediakan 4457 Lowongan Pekerjaan

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kementrian tenaga kerja bersama Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) di Graha Mustika, Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus.

Setidaknya ada 40 perusahaan yang menyediakan 4457 lowongan pekerjaan. Lowongan yang tersedia meliputi HRD, Supervisor, Operator Produksi, SPV Produksi, Foreman Produksi Account Officer (AO), Finance Administration Officer (FAO), Marketing, dan lainnya.

Dibuka langsung oleh Plt Bupati Kudus, HM Hartopo, Job fair yang terbuka untuk umum dan gratis ini diselenggarakan dua hari, mulai Rabu-Kamis tanggal 11 – 12 September 2019, pukul 09.00 – 15.00 WIB.

TRENDING :  Selamanya Kita Tetap Bersaudara, Menjadi Motto Dalam Halal Bihalal dan Temu Sahabat, di Keluarga PR Sukun

Hartopo berharap, kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan tenaga yang tersedia. Selain itu, Ia juga menekankan kemandirian bagi warganya.

“Job fair merupakan upaya Pemkab Kudus mempertemukan pemberi kerja dan pencari kerja secara langsung,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ia mengatakan bahwa Pemkab Kudus terus berupaya membuka kesempatan kerja yang lebih besar dari pada pertambahan angkatan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran terbuka menjadi berkurang.

TRENDING :  Tim Gabungan Lakukan Razia Rokok Tanpa Cukai

Sementara itu, Kepala Disnakerperinkop UKM, Bambang Tri Waluyo mengatakan, Para pencari kerja dapat melakukan pendaftaran langsung di lokasi. Tidak hanya itu, pencari kerja akan di wawancarai di tempat yang sama.

Prosentase angka pengangguran di Kudus termasuk kecil di Jawa Tengah. Meski begitu, tipe pengangguran di Kudus ada dua macam, pertama memang belum punya pekerjaan, kedua, sudah punya pekerjaan, namun masih mencari pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.

TRENDING :  Trotoar Bersih Dan Rapi

Sementara permintaan kartu kuning di kantor dinas per harinya melayani 50-60 lembar kartu kuning.

Disamping Job Fair, lanjut Bambang, kami juga melakukan pemagangan, misalnya warga yang punya keahilan batik kita salurkan untuk magang di pekalongan, lalu keahlian Handy craft ke Jogja, dan keahlian logam ke Sidoarjo.

Nantinya, usai dari magang akan dilakukan evaluasi baik daei sisi bahan baku, produksi hingga pemasarannya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :