Pilkades Serentak 2019 : Buruh Diminta Gunakan Hak Pilih Pagi Sebelum Kerja, Sejumlah Perusahaan Terbitkan Izin Nyoblos

oleh

Kudus, isknews.com – Pilkades serentak 2019 Kabupaten Kudus yang tersebar di 115 Desa di Kudus, tak urung melibatkan hak pilih dari sejumlah tenaga kerja atau buruh yang juga merupakan profesi pekerjaan terbesar di kota kretek Kudus. Sebagaimana Surat Edaran dari Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Tentang Partisipasi dalam Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkades Kudus.

Terkait hal tersebut Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo mengimbau buruh di Kudus berkesempatan terlebih dahulu menggunakan hak pilihnya pada pilkades serentak 19 November 2019 mendatang.

Bambang mengimbau agar buruh paginya nyoblos terlebih dahulu. Para buruh diminta menggunakan hak pilihnya terlebih dahulu di Desa masing-masing.

TRENDING :  Ikuti Kontestasi Pilkades Kudus 2019, Lima Anggota TNI Semuanya Menang
ilustrasi sejumah buruh PR Gentong Gotri saat akan mencairkan Tunjangan (Foto: YM)

Apalagi sejumlah perusahaan di Kudus sudah memberikan dispensasi izin memberikan hak suara pada Pilkades di Kudus. Seperti dilakukan sebuah perusahaan manufaktur di Kudus yang dalam poinnya memberikan ijin selama 2 jam bagi buruh yang berdomisili di Kudus, sementara yang tidak masuk kerja diberlakukan masa potong cuti.

“Imbauannya kemarin buruh di Kudus agar paginya menggunakan hak pilih pada Pilkades 19 November 2019 mendatang. Sehingga partisipasi pilkades juga meningkat,” ujarnya, Jumat (15/11/2019).

Ia mengatakan, dari beberapa perusahaan dan intansi di Kudus memberikan kesempatan kepada buruh atau karyawannya untuk menggunakan hak pilih di pagi hari. Yakni pukul 07.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB.

TRENDING :  Perusahaan Wajib Berikan THR Kepada Pekerja

Setelah itu mereka siangnya kembali bekerja seperti biasa. Baik di perusahaan atau di instansi vertikal lainnya.

“Ini kan memang terakhir puncak produksi. Sehingga perusahaan meliburkan karyawan itu akan rugi banyak. Sehingga kami membuat solusi masyarakat yang mempunyai hak dan bekerja di perusakaan untuk melaksanakan hak pilihnya dulu,” katanya.

“Nyoblos dulu setelah seleai nyoblos baru bekerja. Sehingga masyarakat karyawan buruh ini tidak kehilangan upah kerjanya,” lanjutnya.

Kabid Pemerintah Desa (Pemdes) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Arif Suwanto mengatakan, terkait dengan hari libur pada pelaksanaan pilkades 19 November 2019 mendatang. Pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada perusahaan dan intansi vertikal lainnya.

TRENDING :  Orator Aksi Damai Hari Buruh : May Day Adalah Hari Raya Buruh, Tapi Kenapa Buruh Takut Merayakannya

“Beberapa sudah ada umpan balik. Ada perusahaan jam kerja masuk. Kesemapatan nyoblosnya pagi. Sampai jam 9-10. Setelah itu kembali bekerja seperti biasanya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia juga berharap kepada para pengusaha atau perusahaan agar memberikan kesempatan buruh atau karyawan untuk menggunakan hak pilihnya. Apalagi, di Kudus tidak semua desa kelurahan yang melaksanakan pilkades.

“Karena tidak semua di Kudus melaksanakan pilkades. Yang melaksanakan hanya 115 desa yang ikut. Sehingga diharapkan untuk datang ke masing-masing TPS,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :