Capaian Kinerja Kisaran 71 Persen, 1 Tahun Sam’ani–Bellinda Pimpin Kabupaten Kudus

oleh -1153 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton saat bercengkerama dengan warga Kudus pengungsi saat banjir (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Satu tahun kepemimpinan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton diwarnai capaian kinerja pada kisaran 71 persen. Angka tersebut disampaikan langsung Bupati saat refleksi satu tahun pemerintahan bersama jajaran pimpinan OPD, Sekda, dan para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tren positif, meski masih ada sekitar 29 persen indikator yang perlu penanganan dan percepatan khusus.

Angka kita sekitar 71 persen. Sisanya 29 persen perlu stressing khusus karena ini menyangkut pelayanan masyarakat luas. Kami menyadari masih ada kekurangan dan kelemahan yang harus dibenahi,” tegasnya.

Dalam paparan evaluasi, sejumlah indikator makro menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus tercatat 2,74 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat 7,14 poin. Angka kemiskinan juga mengalami penurunan. Namun sektor pengangguran dinilai belum maksimal sehingga menjadi fokus pembenahan ke depan.

Bupati menegaskan, refleksi ini bukan sekadar evaluasi angka, melainkan momentum memperkuat sinergi seluruh elemen, mulai dari OPD, DPRD, instansi vertikal, hingga masyarakat.

Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dan masukan dari semua pihak agar indikator kinerja seperti IPM, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, hingga daya saing daerah bisa terus meningkat,” ujarnya.

Perizinan dan Investasi Jadi Kunci

Fokus kebijakan tahun kedua diarahkan pada percepatan perizinan guna mendongkrak investasi dan serapan tenaga kerja. Regulasi baru seperti kewajiban kejelasan KKPR sebelum penerbitan PBG serta persyaratan SLF diakui masih menjadi tantangan teknis di lapangan.

Pemkab berkomitmen melakukan penyederhanaan dan pengawalan proses perizinan agar pelaku usaha tidak lagi mengeluhkan lamanya proses.

Kalau izin cepat, investasi masuk. Kalau investasi masuk, serapan tenaga kerja meningkat, terutama lulusan baru dan angkatan kerja baru,” jelasnya.

Di sisi lain, UMKM muda generasi Z juga didorong melalui pelatihan, bantuan modal, serta pendampingan pengurusan halal, SNI, PIRT, hingga BPOM agar usaha mereka legal dan berdaya saing.

Penanganan Sampah dan RDF

Dalam sektor lingkungan, penanganan sampah saat ini baru mencapai 60–65 persen. Pemerintah melakukan pembenahan TPA dengan sistem terasering, penutupan menggunakan geotekstil dan tanah, serta pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Hasil RDF tersebut direncanakan diserap kembali oleh PT Semen Indonesia sebagai bahan bakar alternatif pabrik semen, guna mengurangi volume timbunan sekaligus memberi nilai tambah.

Optimalisasi PAD dan Tantangan Fiskal

Di tengah pengurangan transfer pusat, Pemkab Kudus memilih strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi dan penutupan potensi kebocoran tanpa menaikkan tarif pajak atau retribusi.

PAD yang sebelumnya sekitar Rp500 miliar kini meningkat menjadi Rp730 miliar. Target jangka menengah diarahkan menuju Rp1 triliun.

Kita optimalkan yang ada. Jangan sampai ada kebocoran. Pelayanan tetap jalan, pembangunan tetap berjalan sesuai regulasi,” katanya.

Infrastruktur dan Respons Banjir

Perbaikan jalan berlubang dan LPJU terus dikebut melalui pembentukan tim khusus. Terkait aspirasi peninggian jalan di wilayah rawan banjir, Bupati menegaskan perlunya kajian teknis agar tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa beberapa wilayah memang memiliki karakteristik banjir sejak lama, namun perubahan tata guna lahan membuat genangan semakin tinggi.

Kesehatan dan Stunting

Dalam sektor kesehatan, Kabupaten Kudus menerima dukungan anggaran Rp6 miliar untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat, termasuk percepatan penanganan stunting sebagai bagian dari program nasional Presiden RI Prabowo Subianto.

Gerakan PKK hingga posyandu desa diperkuat untuk memastikan intervensi gizi dan kesehatan berjalan efektif.

Menutup refleksi satu tahun, Bupati kembali menegaskan komitmen pelayanan prima kepada masyarakat. Ia mengingatkan seluruh ASN untuk mengedepankan budaya ramah dalam pelayanan.

Refleksi ini bukan akhir, tapi awal untuk bekerja lebih baik lagi. Kami terbuka terhadap kritik dan saran demi Kudus yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.