Cari Format Pengelolaan Terbaik, Bukit Puser Angin Bakal Ditutup Sementara

oleh -424 Dilihat

Kudus, isknews.com – Rencana penutupan sementara Bukit Puser Angin agaknya akan segera dilaksanakan oleh pihak Muspika Jekulo. Hal ini dilaksanakan sebagai langkah tepat untuk mengurangi potensi gesekan dan mencari format terbaik pengelolaan objek wisata di kawasan tersebut.

Menurut Camat Jekulo Wisnubroto Jayawardhana, pihaknya memang belum bisa memastikan kapan realisasi penutupan sementara obyek wisata baru yang sedang jadi buah bibir warga di kota kretek tersebut. Namun sejumlah pihak menyebut dalam pekan ini usai digelar rapat Muspika yang membahas hal tersebut.

“Belum ada kepastian kapan, nanti kita akan melihat situasi dan kondisinya terlebih dahulu, ujar Wisnu, Minggu (30/08/2020) malam.

Menurutnya, nantinya selama penutupan sementara, semua komponen yang terlibat di dalamnya disatukan. Potensi gesekan terkait kemungkinan saling klaim juga dihilangkan.

“Kami akan mempertemukan semua pihak yang selama ini saling mengklaim sebagai pihak yang paling berhak mengelola Bukit Puser Angin ini, baik pemerintah di dua desa, kelompok tani hutan maupun organisasi pemuda,” katanya.

Ditutup sementara, Cari format pengelolaan terbaik tempat wisata Bukit Puser Angin bakal dilakukan penataan (Foto: YM)

Hasil dua kali rapat melibatkan sejumlah pihak terkait diputuskan Bukit Puser Angin harus memberi manfaat bagi masyarakat Desa Klaling dan Desa Tanjungrejo.

“Tidak ada pihak yang mengklaim paling menguasai tempat tersebut. Semua komponen dari kedua desa dilibatkan dalam pengelolaan pada masa mendatang,” tambahnya.

Masih mendasarkan hasil dua kali rapat, semua sepakat menjadikan Bukit Puser Angin sebagai objek wisata andalan pada masa mendatang.

“Mereka siap bergerak bersama memajukan potensi wisata tersebut dengan format yang ditentukan Perhutani sebagai pemilik wilayah. Semua satu suara,” tuturnya.

Terkait pengelolaan Bukit Puser Angin, Kades Tanjungrejo, Christian Rahardiyanto, sepakat bila semua komponen di dalamnya harus mendapat manfaat. Pihaknya tidak khawatir bila pengelolaan ”Raja Ampat Kudus” dilakukan bersama-sama dengan Pemerintahan Desa Klaling.

Masing-masing pemerintahan desa mempunyai strategi tersendiri memanfaatkan objek wisata tersebut demi peningkatan kemakmuran warganya.

Dia mencontohkan, warga desa di wilayahnya sudah disiapkan menjadi tamu dan teman yang baik bagi wisatawan. Upaya memperindah wajah desa dilakukan sebagai upaya menarik minat tamu mendatangi kawasan tersebut.

”Tidak hanya secara infrastruktur, tetapi juga mindset warga,” ungkapnya.

Salah satu rencana pengembangan Bukit Puser Angin di wilayahnya yakni membuat akses jalan yang relatif lebih singkat dan nyaman.

Pihaknya berencana membuat Jembatan Pelangi mengarah ke Bukit Puser Angin.
”Kami memprediksi lebih singkat sekitar sepuluh menit, dan lebih nyaman menuju lokasi,” ujarnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.