Danrem 073/Makutarama : Jawa Tengah Potensi Tinggi Penyebaran Paham Radikalimse

oleh -126 kali dibaca
Danrem 073 Makutarama Kolonel Arm Putranto Gatot Sri Handoyo saat meresmikan Kampung Pancasila di Desa Wates, Undaan, Kudus, 29/03/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pencanangan Kampung Pancasila di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus oleh Danrem 073 Makutarama Kolonel Arm Putranto Gatot Sri Handoyo dimaksudkan untuk mengurangi reaksi radikalime dan intoleransi di masyarakat.

Melalui Kampung Pancasila ini, akan digencarkan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait pencegahan intoleransi dan paham radikalisme. Sehingga masyarakat bisa membetengi diri dari paham-paham yang menyimpang dari ideologi Pancasila.

“Kegiatan pencegahan paham radikalisme dan intoleransi di masyarakat perlu kita gencarkan,” ucap Kolonel Arm Putranto usai meresmikan pencanangan tersebut.

Pihaknya pun berharap, dengan adanya Kampung Pancasila ini bisa semakin menanamkan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat. Agar, lanjutnya, masyarakat bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya kegiatan pengamalan Pancasila dan nilai-nilainya bisa dinaikkan lagi dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurutnya Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi akan penyebaran radikalimse. Oleh karena itu, pencegahan paham radikalisme di wialayah setempat perlu menjadi pokok perhatian.

“Saya rasa semua wilayah ada kemungkinan akan adanya penyebaran radikalisme. Sehingga kita juga harus berpikir dan bertindak secara nyata, salah satu langkah konkritnya ya melalui Kampung Pancasila,” tandasnya.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, pihaknya mendukung adanya pencanangan Kampung Pancasila. Ia pun meminta agar masyarakat bisa melakukan aksi nyata untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Saya sangat mendukung adanya Kampung Pancasila ini. Tentunya program ini jangan hanya bentuk seremonial saja tapi segera ditindaklanjuti. Contohnya dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi ke masyarakay tentang makna Pancasila,” paparnya.

Pihaknya sendiri mengaku bakal terus memerangi paham radikalisme dan intoleransi di wilayah setempat. Apalagi, Kudus masuk dalam 12 besar daerah dengan radikalisme tinggi.

“Pemkab Kudus melalui Kesbangpol terus melakukan edukasi terkait pencegahan paham radikalisme, terutama di pesantren. Ini kami juga masih muter untuk sosialisasi pencegahan radikalisme,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.