Dapur Umum MDMC, Suplai 2000 Nasi Bungkus Perhari Bagi Korban Banjir Setrokalangan

oleh -354 Dilihat
Sejumlah relawan MDMC saat melakukan pembungkusan nasi untuk dibagikan pada korban banjir Setrokalangan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Tergenangnya sejumlah wilayah oleh banjir di wilayah Kabupaten Kudus mengundang simpati sejumlah pihak. Beberapa elemen masyarakat mulai dari Parpol, ormas dan dunia usaha meulai mengirimkan bantuannya.

Begitupu halnya dengan relawan bencana, meski dengan berbagai bendera kelembagaannya merekapun kini giat turun ke lokasi bencana untuk membantu meringankan kebutuhan warga yang terdampak banjir, baik itu yang berada di posko pengungsian hingga yang harus menembus kawasan banjir dimana warga masih belum bersedia mengungsi akibat sejumlah alasan.

Di desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu telah dikepung banjir sejak Minggu (1/1) kemarin. Banjir pun masih menggenang di rumah-rumah warga hingga Selasa (3/1). Meski demikian, masih banyak warga yang memilih tetap tinggal di rumahnya yang terendam banjir, ketimbang mengungsi.

Ibu-ibu Aisyiyah Kudus saat memasak untuk suplai nasi bungkus bagi warga terdampak banjir (Foto: YM)

Salah satu organisasi relawan kebencanaan di Kudus Muhammadiyah Disater management Center (MDMC) turut membantu memenuhi kebutuhan makanan bagi para korban banjir di Desa Setrokalangan. Sedikitnya ada 84 relawan MDMC yang diterjunkan untuk membantu para korban di desa yang menjadi langganan banjir tiap tahunnya tersebut.

Posko Dapur umum mereka dirikan dihalaman Masjid Al Islam Dukuh Tuang, desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Tempat ini mereka pilih selain merupakan aset organisasi, juga letaknya strategis tepat diujung jalan masuk menuju Desa yang kini terendam banjir tersebut.

Menurut Ketua MDMC Kudus Rusmanto, relawan yang diterjunkan sudah terlatih dalam menanggulangi bencana. Pihaknya pun telah melakukan pemetaan wilayah bencana untuk ditangani MDMC.

“Kami melakukan pendataan awal bencana pada wilayah terdampak, berapa yang terdampak, apa saja yang terdampak serta kebutuhan dasar apa yang diperlukan bagi para korban,” terangnya.

Kemudian kami juga mendirikan dapur umum yang terletak di Masjid Al-Islam, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu. Dapur umum ini lah yang dijadikan sebagai tempat untuk memproduksi makanan bagi para korban banjir.

Koordinator Posko Darurat Penanganan Banjir MDMC Kudus, Khaniful Anwar menambahkan, dapur umum sudah didirikan sejak Minggu (1/1). Para relawan yang siaga di dapur umum pun memiliki pembagian tugas masing-masing.

“84 relawan itu ada yang bagian masak di dapur umum, mencukupi kebutuhan logistik, melakukan pendataan korban dan Tim SAR,” sebutnya.

Ia menjelaskan, dapur umum MDMC mampu menyediakan seribu nasi bungkus dalam sekali masak. Dalam sehari, MDMC menyalurkan bantuan makanan untuk dua kali makan.

“Kami menyediakan makanan bagi korban itu sekitar 2000 bungkus untuk makan siang dan makan malam, kalau sarapan sudah disediakan oleh pihak kecamatan. Jadi dalam sehari kami membuat sekitar dua ribu nasi bungkus,” ucapnya.

Sementara untuk pimpinan tukang masak dan sebagainya, MDMC telah melatih sejumlah personil yang di tunjuk sebagai manajer dapur umum yang terlatih membuat saji makanan secara cepat dan massal.

“Kalau personil dapur umum sendiri dilakukan oleh ibu-ibu Aisyiyah, para mahasiswa dan pemuda. Sedangkan distribusi oleh tim MDMC yang biasanya juga membawa tim kesehatan untuk antisipasi bagi yang membutuhkan bantuan kesehatan,” terangnya.

Bantuan makanan ini disalurkan ke tiga dukuh yang ada di Desa Setrokalangan, yakni Dukuh Setro, Dukuh Kalangan dan Dukuh Karangturi. Penyaluran bantuan pun diantar langsung oleh para relawan ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir menggunakan perahu.

“Rencana kami buka dapur umum itu satu pekan, tapi sifatnya kondisional menyesuaikan keadaan di wilayah bencana,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.