Dari Sisa Kain Jadi Sumber Cuan, Dinsos Kudus Latih Ibu Rumah Tangga Berwirausaha

oleh -72 Dilihat
Foto: Seorang ibu rumah tangga tengah mengolah sisa kain menjadi produk kreatif bernilai jual. (Foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Sisa potongan kain yang biasa dianggap limbah, kini justru berpotensi menjadi sumber penghasilan baru. Melalui pelatihan kerajinan tangan berbasis perca, Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus membekali ibu rumah tangga dari kalangan perempuan rentan dengan keterampilan wirausaha berbasis rumah tangga.

Pelatihan ini menyasar peserta dari unsur Tim Penggerak PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang tidak memiliki penghasilan tetap. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB Kudus, Yuni Saptorini, menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan dalam tiga gelombang, masing-masing selama tiga hari berturut-turut, sejak 29 Juli hingga 13 Agustus 2025.

“Setiap gelombang terdiri dari 15 peserta, gabungan dari PKK dan GOW. Mereka adalah perempuan kepala keluarga atau ibu rumah tangga yang belum punya penghasilan tetap. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi jalan awal membangun usaha rumahan,” jelas Yuni, Selasa (29/7/2025).

Jenis keterampilan yang diajarkan adalah kerajinan perca, yakni mengolah kain sisa menjadi produk bernilai jual seperti tudung saji, tutup gelas, tali kur, dan berbagai hiasan rumah tangga lainnya. Semua bahan dan alat disediakan oleh Dinsos, meski alat tidak dibawa pulang, peserta tetap memperoleh sisa bahan untuk latihan lanjutan di rumah.

“Perca itu bahan murah dan mudah didapat. Bahkan bisa diperoleh dari tukang jahit di sekitar rumah. Jadi, sangat memungkinkan untuk dilanjutkan secara mandiri setelah pelatihan selesai,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung setiap hari dari pukul 08.00 hingga 13.30 WIB dan mewajibkan peserta hadir penuh tanpa izin karena waktu pelaksanaan yang terbatas. Kriteria peserta pun diseleksi ketat, hanya diperuntukkan bagi perempuan yang belum pernah menerima bantuan pelatihan sejenis, agar manfaat program tersebar merata.

Yuni menegaskan, program ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga mendorong semangat kemandirian ekonomi. Ia berharap para peserta dapat membentuk kelompok usaha bersama dan memasarkan produk hasil karya mereka.

“Tujuannya adalah membangkitkan jiwa wirausaha ibu-ibu rumah tangga. Meski dimulai dari sesuatu yang sederhana seperti kain sisa, tapi jika ditekuni, ini bisa jadi sumber cuan yang menjanjikan bagi keluarga,” tandasnya.

Melalui program ini, Dinsos Kudus menargetkan lahirnya wirausaha baru dari kalangan perempuan yang sebelumnya belum memiliki akses ekonomi, sehingga kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di tingkat lokal dapat terus ditingkatkan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :