Kudus, isknews.com – Upacara penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VI di Kabupaten Kudus menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengimplementasikan inovasi nyata di lapangan. Kegiatan ini digelar atas kerja sama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Kudus di Balai Diklat Sonyawarih, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Rabu (3/9/2025).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bekal penting bagi para peserta untuk membawa Kabupaten Kudus menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Ia menekankan, peningkatan kapasitas kepemimpinan diharapkan mampu melahirkan aparatur yang profesional, inovatif, serta berorientasi pada pelayanan publik.
“Pelatihan ini momentum untuk memperkuat kompetensi aparatur. Kami ingin setiap pejabat pengawas mampu menjadi motor penggerak perubahan di unit kerjanya masing-masing, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan akuntabel,” ujar Sam’ani.
Kepala BKPSDM Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 ASN pejabat eselon IV dari berbagai perangkat daerah. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran klasikal, daring, serta aktualisasi di unit kerja.
“Seluruh peserta mengikuti dengan baik, sekaligus merancang aksi perubahan yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan riil di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, menegaskan bahwa diklat ini merupakan wujud komitmen provinsi dalam membina dan meningkatkan kualitas aparatur di daerah. Ia menekankan agar hasil pelatihan tidak hanya berhenti pada tataran teori.
“Kami berharap peserta benar-benar mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memperkuat kinerja organisasi. Aparatur harus adaptif, disiplin, dan mampu berinovasi agar pelayanan publik semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelatihan PKP ini, aparatur Kabupaten Kudus diharapkan semakin siap menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan modern dengan mengedepankan profesionalitas, kedisiplinan, serta inovasi nyata demi kemajuan daerah. (AS/YM)







