Depresi Akibat Kehilangan Anak Laki-Lakinya, Buruh Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

oleh

Kudus, isknews.com – Warga Dusun Badongan Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati di gegerkan dengan ditemukannya Djum (65) dalam keadaan meninggal tergantung pada tiang pintu rumah pada sekitar pukul 01.30 dini hari tadi, Sabtu (17/08/2019).

Djum seorang buruh yang beralamat KTP di Desa Pedawang Bae Kudus dan tinggal di rumah isteri sirinya di Desa Tumpangkrasak Jati, diduga melakukan bunuh diri dengan menggunakan seutas kabel telepon yang diikatkan pada sebuah tiang.

Ilustrasi orang sedang gantung diri

Menurut keterangan Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo, yang dihubungi via whatsapp, menjelaskan kronologi kejadiannya, berdasarkan keterangan istri korban Daryani, bahwa korban baru 7 hari yang lalu baru saja kehilangan anak laki-lakinya yg meninggal karena sakit paru-paru.

TRENDING :  Tapa Pati Geni Berhari-hari, Prawiro Ditemukan Meninggal

“Korban merasa terpukul dan selalu bilang ingin ikut  anaknya yang meninggal, namun oleh isterinya selalu dinasehati untuk tidak boleh berfikiran seperti itu,” ujar Kapolsek, Sabtu (17/08/2019).

Sebelumnya pada sekitar  pukul 21.00 wib korban baru saja berbincang dengan isterinya yang kemudian isterinya  pamit tidur dikamar satunya bersama dengan anak perempuannya yang berusia 8 tahun.

TRENDING :  Kepala Desa Pedawang Tak Terbukti Selingkuh, Keluarga ES Minta Tidak Dituntut Balik

“Pada sekitar pukul 01.30 wib saat Daryani bangun tidur dan  melihat korban sudah tidak ada di tempat tidurnya, ternyata korban sudah tergantung pada tiang pintu keluar kamarnya, kemudian Daryani  melaporkan kejadian tersebut kepada tetangganya yang kebetulan masih melaksanakan malam tirakatan 17 an di pos kamling, lalu di laporkan kepada kades Tumpang Krasak dan diteruskan ke Polsek Jati.,” tuturnya.

Dari pemeriksaan jenazah korban oleh Inafis Polres Kudus dan dokter Elok dari Puskesmas Ngembal Kulon yang dating di TKP di temukan pada bahwa pada bawah telinga ada jejas dari telinga kiri sampai telinga kanan, kedalaman jejas dibawah telinga kiri dan kanan 0,5 cm, dibawah dagu 1 cm.

TRENDING :  Idap Epilepsi, Pemuda Meregang Nyawa Di Tiang Gantung

“Tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan,  punggung blm terdapat lebam dan jenazah diserahkan pada keluarga untuk segera di makamkan,” terang Kapolsek.

Kanit Reskrim bersama Ka SPKT menyerahkan Jenasah korban kepada pihak keluarga yang diterima oleh anak kandungnya. “Pihak keluarga menerima secara iklas kejadian tersebut serta meminta kepada Kepolisian untuk tdk dilakukan Otopsi yang tertuang dalam surat pernyataan,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :