Didominasi Perempuan, 1210 Calhaj Kudus Ikuti Manasik Persiapan Haji 2026

oleh -22 Dilihat
Sejumlah calon jemaah haji asal Kudus mengikuti praktik manasik dengan berjalan mengelilingi Ka'bah dalam simulasi tawaf, sebagai bagian dari pemantapan ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci. (Foto: ist.)

Kudus, isknews.com – Sebanyak 1.210 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus mengikuti rangkaian manasik haji sebagai bekal keberangkatan ke Tanah Suci tahun 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta didominasi oleh perempuan, mencapai sekitar 55 persen.

Kegiatan manasik yang digelar oleh Panitia Pendalaman Haji, Pemberangkatan, dan Pemulangan Haji (P4H) IPHI Kudus ini berlangsung khidmat. Para calhaj tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung melalui simulasi di beberapa titik yang disesuaikan dengan kondisi di Arab Saudi.

Dalam pelaksanaannya, panitia memanfaatkan sejumlah lokasi di Kudus untuk menggambarkan rangkaian ibadah haji. Gedung JHK dijadikan simulasi Padang Arafah, Gedung DPRD Kudus difungsikan sebagai tempat melempar jumrah, sementara Simpang Tujuh Alun-alun Kudus diibaratkan sebagai Masjidil Haram.

Ketua P4H IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan para calhaj sebelum diberangkatkan. Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh agar jemaah tidak kebingungan saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Manasik ini kami fokuskan untuk memperkuat pemahaman sekaligus praktik, sehingga para jemaah benar-benar siap saat berada di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Deka menyebutkan, total calhaj Kudus tahun ini mencapai 1.210 orang, termasuk petugas kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD). Rentang usia jemaah cukup beragam, mulai dari yang termuda 18 tahun hingga tertua 85 tahun.

Ia juga mengungkapkan adanya perubahan data jemaah, di mana satu calon jemaah meninggal dunia dan pasangannya batal berangkat. Sebagai pengganti, dua warga asal Tegal akan bergabung dalam rombongan calhaj Kudus.

Selain kesiapan teknis ibadah, kondisi cuaca di Arab Saudi turut menjadi perhatian. Menurutnya, suhu di sana dalam dua tahun terakhir cenderung menurun, dengan rata-rata sekitar 40 derajat Celsius, dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai 50 derajat.

“Kami tetap mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik sejak sekarang, karena cuaca di sana tetap cukup ekstrem,” jelasnya.

Lebih lanjut, sebagian besar calhaj Kudus akan berangkat pada gelombang pertama dengan tujuan awal Madinah. Hal ini memberi kesempatan bagi jemaah untuk melaksanakan salat Arbain, yakni 40 waktu salat berjamaah secara berturut-turut di Masjid Nabawi.

“Kesempatan ini sangat berharga dan tidak semua jemaah bisa mendapatkannya, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu calhaj kloter 41, Aniq Muhammad Makki (35), mengaku telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menjaga kebugaran fisik. Ia rutin berolahraga dengan berjalan kaki di Alun-alun Kudus sebagai latihan menghadapi aktivitas selama ibadah haji.

“Setiap pagi saya berjalan kaki mengelilingi alun-alun sampai beberapa putaran. Ini untuk melatih fisik agar lebih siap saat di Tanah Suci,” ungkapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :