Disambangi Museum Kretek Keliling, Siswa SMA AL-Ma’ruf Diharapkan Lebih Kenal Potensi Daerah

oleh -1194 Dilihat

Kudus, isknews.com – Museum Kretek Keliling yang menyambangi SMA NU Al-Ma’ruf Kudus memberikan banyak cerita dan inspirasi, Senin (4/09/2021).

Kepala SMA NU Al-Ma’ruf, Anas Ma’ruf, mengapresiasi program yang dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus bekersama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah tingkat SMA/SMK/MA Kabupaten Kudus, yang telah membawakan Museum Kretek Keliling ke sekolah dalam bentuk audio visual.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi para siswa untuk lebih mengenal koleksi dan sejarah di Museum Kretek, terutama tokoh nitisemito.

“Dengan adanya cakrawala baru, program baru bekerjasama dengn MGMP Sejarah masuk ke sekolah seperti ini, kami terimakasih sekali karena anak bisa belajar dengan lebih jelas melalui audio visual,” ujarnya.

Kata Anas, kegiatan kunjungan tempat-tempat bersejarah sudah sering dilakukan oleh para peserta didik, terutama untuk siswa di jurusan IPS.

“Dari tahun ke tahun, program IPS memutar, pernah juga ke Sangiran untuk kunjungan dan belajar aneka ragam manusia purbakala, tau dengan real jadi anak mengerti,” tuturnya.

Kemudian, ke tempat bersejarah lainnya, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Museum Kereta Api Ambara, Museum Kota Bandung, dan semacamnya.

Menariknya, program kunjungan tempat bersejarah ini tidak hanya ditujukan untuk belajar koleksinya, tetapi juga diperuntukkan bagi para siswa di kelas bahasa, yaitu pengaplikasian bahasa inggris dan bahasa arab terhadap wisatawan asing.

“Ada tim guru agama, guru sejarah, guru bahasa, jadi anak anak untuk mendongkrak khasanah sejarah, kami lakukan setiap tahun
karena pandemi ini 2 tahun belum berjalan lagi,” terangnya.

Hal tersebut, lanjut Anas, yang kemudian bisa mengoptimalkan kompetensi siswa dibidangnya masing-masing. Sebab, belajar di dalam kelas menurutnya belum cukup untuk mengasah skill siswa dengan maksimal.

“Jadi siswa tidak hanya membaca dan menulis saja dalam kelas, tapi di ajak ke lapangan juga agar bisa belajar secara konkrit,” ucapnya.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan Museum Kretek Keliling semacam ini serta Kunjungan ke tempat beraejarah, bisa memberikan pengetahuan bagi siswa agar semakin luas. Kemudian, anak bisa mengenalkan pula potensi-potensi sejarah yang di miliki Kudus ke luar daerah saat mereka lulus nanti.

“Harapannya, anak bisa lebih mengenal sejarah dan lebih konkrit dalam mendalami koleksi sejarah utamanya sejarah yang dimiliki daerahnya sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, Guru sejarah SMA NU Hasyim Asy’ari, kustiyani, sekaligus pemateri Museum Kretek Keliling di SMA NU Al-Ma’ruf, menambahkan, selepas adanya kegiatan siswa diharapkan bisa mencontoh nilai yang tertanam pada tokoh nitisemito.

Antara lain, Jiwa kewirausahaan, kreatif, mandiri, kritis, ulet, dan tangguh. Yang mana, nilai tersebut mencerminkan pelajar pancasila yang saat ini digalakkan oleh Kementrian Kebudayaan

“Saya bilang tempat kalian sangat dekat dengan museum kretek, jadi sering kesana, banyak manfaat yg dapat diambil,” ujarnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.