Disinyalir Masih Beroperasi, Aparat Diminta Tegas Hentikan Eksploitasi Air Gunung Muria

oleh

Kudus, isknews.com – Eksploitasi dan komersialisasi air permukaan di kawasan Pegunungan Muria Kudus disinyalir masih berjalan, meski jumlah pemilik depo yang melaksanakan kegiatan itu jumlahnya terus berkurang.

Pengusahaan air permukaan pegunungan dilakukan secara sembunyi, sebagian   lain mengaku telah beralih menggunakan sumur bawah tanah (ABT) meski baru sebatas memiliki izin pengeboran air tanah.

TRENDING :  Warga Bodeh Kecamatan Pucakwangi Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Di Tengah Sawah.

Ketua Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik (LePAsP) Kabupaten Kudus, Ahmad Fikri meminta pengawasan harus dilakukan lebih ketat. Pihaknya menduga pengusahaan air permukaan masih berjalan dengan berkedok usaha air bawah tanah. Modusnya dengan membuat sumur untuk penampung air permukaan.

TRENDING :  Intensitas Hujan Tinggi, Hari Ini Ribuan Cacing Muncul Ke Permukaan Tanah
Ilustrasi Aksi Save Air Muria oleh sejumlah aktivis beberapa waktu lalu (Foto: YM)

“Itu hanya akal- akalan, kurang patuhnya para pengusaha karena aparat berwenang tidak bertindak tegas. Tindakan hukum mestinya dapat dilakukan bagi pengusaha pemilik bak penampungan, karena tidak adanya izin mendirikan bangunan (IMB),” tegasnya, Minggu (09/02/2020).

Penindakan juga dapat dilakukan terhadap truk- truk tangki penjual hasil eksploitasi air permukaan yang melanggar undang- undang. Sebab, pemanfaatan air permukaan secara berlebih dan dijual bebas akan merusak lingkungan.

TRENDING :  Kumuh dan Semrawut, Pemkab Segera Tertibkan Kawasan KBT

“Sedang pengusahaan air tanah harus memiliki izin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Jawa Tengah,” tutur Fikri. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :