DLH Mengaku Belum Teliti Air Sungai Karangrandu Yang Menghitam

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara mengaku belum mengetahui penyebab pasti menghitamnya air Sungai Gede Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan. DLH berjanji untuk turun tangan menelisik penyebabnya. Akan tetapi, DLH menampik jika dugaan penyebab menghitamnya air hanya dari pabrik garment.

Kabid Penataan dan Penaatan DLH Aris Widjanarko mengatakan, dialiran sungai tersebut bukan saja terdapat pabrik garmen. Namun adapula industri rumahan tahu dan tempe. Akan tetapi, hingga kini belum melakukan uji laboratorium terhadap home industry tersebut. Selain itu, banyak warga yang membuang sampah di aliran sungai tersebut.

“Untuk uji laboratorium buangan limbah pabrik Jiale sudah kita terima. Hasil dari laboratorium swasta itu menunjukkan hasilnya dibawah baku mutu, artinya masih bisa ditoleransi. Terkait warnanya kami lihat hasil uji lab untuk pabrik tersebut tidak begitu keruh. Untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik tersebut juga telah diperbaiki dan tak merembes lagi,” katanya, Selasa (8/8/2017).

TRENDING :  Harga Garam di Jepara Mulai Turun
TRENDING :  Potensi Wisata Jangan Semua Diserahkan Pada Investor

Hal serupa diungkapkan oleh Nuraini, Kabid Pengendalian dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup. Ia menyebut, hingga kini belum mengadakan penelitian air di Desa Karangrandu yang menghitam. Padahal, permasalahan itu telah terjadi pada tahun 2016 silam.

“Penelitian kualitas ataupun penyebab mengapa air di sungai tersebut menjadi hitam kami belum melakukannya. Namun secepatnya kami akan turun ke lapangan untuk melakukan uji laboratorium terkait kualitas air disana,”

TRENDING :  Sempat Dirawat di RSU, Pencuri di Batealit Meninggal Dunia

Namun, baik Aris maupun Nuraini berjanji akan segera menyelidiki penyebab dan uji kualitas air di sungai tersebut. Hal itu untuk menjawab rasa penasaran warga, akan menghitamnya air di Sungai Gede Karangrandu. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :