Doa dan Lilin di Alun-alun Kudus, Mahasiswa Desak Transparansi Kasus Dugaan Kekerasan Brimob di Tual Maluku

oleh -833 Dilihat
Aksi mahasiswa UMK Bergerak, menyerukan keprihatinan atas wafatnya pelajar di Tual Maluku Tenggara yang tewas akibat di hantam dengan helm taktikal oknum Brimob , Senin 23/2/2026 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sejumlah sekitar seratusan mahasiswa berbaju serba hitam sebagai wujud simbol duka cita, menggelar doa dan nyala lilin mewarnai aksi solidaritas mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (23/2/2026) malam.

Mereka mendesak transparansi dan penegakan hukum atas kasus dugaan kekerasan oknum Brimob yang menyebabkan meninggalnya Arianto Tawakal (14), siswa MTs di Kota Tual Kabupaten Maluku Tenggara.

Aksi yang digelar oleh gerakan Mahasiswa UMK Bergerak itu diawali dengan salat gaib, dilanjutkan pembacaan tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada korban.

Suasana berlangsung khidmat saat para mahasiswa berdiri membentuk lingkaran, menyalakan lilin, serta menaburkan bunga di tengah alun-alun.

Secara bergantian, mahasiswa menyampaikan orasi yang berisi kritik terhadap dugaan tindakan kekerasan aparat serta tuntutan agar proses hukum dilakukan secara terbuka dan adil.

Sejumlah poster berisi kecaman terhadap praktik kekerasan aparat terpampang di sekitar lokasi aksi.

Ketua BEM UMK, Nurrohmah Tanaya, menegaskan bahwa kasus tersebut tidak boleh berhenti pada narasi “oknum”.

Ia meminta adanya pertanggungjawaban institusional serta evaluasi menyeluruh di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Penegakan hukum harus transparan dan tidak tebang pilih. Keadilan untuk korban dan keluarganya harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Mahasiswa juga menyampaikan tuntutan berupa pemecatan tidak hormat terhadap pelaku apabila terbukti bersalah, proses hukum yang akuntabel, pemberian kompensasi kepada keluarga korban, serta reformasi internal guna mencegah terulangnya kasus serupa.

Dalam aksi itu, massa turut menyerukan pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk tanggung jawab komando.

Aksi tersebut dihadiri Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah ketika mahasiswa menghadirkan sebuah cermin besar dan meminta Kapolres berdiri menghadap cermin tersebut sebagai simbol refleksi institusi.

Berdasarkan sejumlah pemberitaan media nasional, insiden bermula saat anggota Brimob Batalyon C Pelopor menggelar patroli cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka penertiban balap liar.

Dalam kronologi yang beredar, Bripda MS diduga mengayunkan helm taktikal ke arah dua pengendara sepeda motor saat pembubaran berlangsung. Peristiwa tersebut disebut berujung pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius hingga meninggal dunia.

Hingga aksi selesai, kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga proses hukum dinilai berjalan transparan dan memenuhi rasa keadilan. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.