Polisi Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Kakek Penjual Celengan

oleh -146 Dilihat
oleh
Mbah Paring (88), kakek penjual celengan yang mengaku dianiaya preman di kawaan Proliman Barongan. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Warga Kudus dihebohkan dengan kabar seorang kakek tua penjual celengan di Kudus yang diduga dianiaya dua orang preman di sekitar Proliman Desa Barongan, Jumat (20-04-2018). Penganiayaan itu membuat kakek tersebut mengalami luka robek cukup dalam pada bagian pelipis.

Kabar itu menyebar dari media sosial. Salah seorang netizen memposting foto sang kakek, sehingga mengundang simpati netizen lainnya. Bahkan ada pula yang sampai mengecam dua orang preman, yang menurut keterangan dari sang kakek telah menganiaya dirinya.

Terkait hal itu Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Kudus AKP Moh Khoirul Naim mengatakan, kasus dugaan penganiayaan terhadap kakek penjual celengan yang diketahui bernama Paring (88) kini sudah ditangani pihaknya.

Dijelaskan Naim, pihaknya sudah ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendatangi Mbah Paring ke rumahnya yang berada di Desa Kedungwaru Kidul, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu (21-04-2018). Tujuannya yakni untuk mencari kebenaran informasi terkait musibah yang menimpa Mbah Paring.

Sebab, lanjutnya, di masyarakat beredar dua versi cerita. “Ada yang menyebut berdasarkan cerita Mbah Paring terluka akibat dipukul dua orang preman. Tapi ada yang menyebut terluka karena terjatuh di trotoar,” bebernya.

Saat di TKP polisi mencoba menggali informasi dari tukang tambal ban. Akan tetapi dia (tukang tambal ban) mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Sementara penjual bensin eceran mengatakan mengetahui jika Mbah Paring terluka di bagian pelipis.

Penjual bensin tersebut juga mendengar katanya Mbah Paring dipukul dua orang preman. Namun hal itu dirasa tidak mungkin karena sejak sang kakek berjualan di situ, penjual bensin itu mengaku tidak ada preman yang mendatangi sang kakek.

“Di kawasan sini tidak ada preman, selalu kondusif. Mungkin si mbahnya terjatuh di trotoar karena jalannya saja sudah sempoyonga. Trotoarnya kan licin,” kata Naim menirukan keterangan penjual bensin.

Selain itu pihaknya juga sudah menemui orang yang membawa Mbah Paring ke Klinik As Syifa. Dari hasil keterangan orang yang bernama Dani tersebut juga mengaku tidak mengetahui pasti. Sepengetahuan Dani, kakek tersebut dipukuli dua preman dan diambil uangnya.

“Dani mengetahui itu juga berdasarkan pengakuan Manh Paring dan tidak tahu pastinya, karena dia hanya simpati merasa kasihan sang kakek terluka sehingga di bawanya ke klinik untuk diobati,” imbuhnya.

Saat Naim bersama anggota mengunjungi Mbah Paring di rumahnya, kondisi sang kakek sudah mulai membaik. Luka robek yang menganga di bagian pelipis sudah mendapat penanganan medis.

“Lukanya sudah mendapat lima jahitan dan ditutup perban. Kami masih mendalami kasus ini, siapa tahu ada perkembangan dan memang terjadi penganiayaan. Yang pasti dugaan penganiayaan tersebut hingga kini belum terbukti. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan jangan berasumsi,” tandasnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.