Doakan Mahasiswa Kendari Yang Gugur Tetembak Peluru Aparat, IMM dan PMII Kudus Gelar Salat Gaib

oleh -632 Dilihat

Kudus, isknews.com – Dua kegiatan shalat gaib dilakukan oleh dua organisasi mahasiswa di Kudus, pertama oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kudus, sore tadi menggelar aksi solidaritas berupa shalat gaib untuk mendoakan almarhumah rekan kader mereka Imawan Randi (21) mahasiswa Halu Oleo Kendari akibat tertembak di bagian dada dan dan Yusuf Kardawi (19) meninggal setelah luka di kepala akibat pukulan benda tumpul, saat aksi menolak sejumlah RUU bermasalah.

Sejumlah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah saat menggelar shalat Gaib doakan rekannya Imawan Randi dari Kendari yang meninggal saat berunjuk rasa (Foto: YM)

Shalat gaib dilakukan Mahasiswa IMM Kudus bersama sejumlah aparat Polres Kudus, TNI dan elemen masyarakat melaksanakan salat gaib di Masjid Baitu Nadhir yang letaknya bersebelahan dengan kantor sekretariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus Jalan KH Noor Hadi tempat mahasiswa IMM bermarkas.

“Hari ini kami melakukan salat gaib. PC IMM Kudus turut bela sungkawa atas semua kawan-kawan solidaritas kita yang luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia anggota IMM Kendari,” kata Ketua Pimpinan Cabang IMM Kudus, Abdul Ghofur usai salat, Jumat (27/9/2019).

Sejumlah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus yang juga gelar salat gaib bagi Imawan Randi (foto: istimewa)

Meski ada korban yang meninggal dunia dan luka, kata dia, diharapkan tidak akan memupuskan semangat mahasiswa untuk tetap menyuarakan aspirasi terkait sejumlah RUU yang kontroversial, seperti RUU KUHP hingga UU KPK.

“Karena kita berkeyakinan kebenaran tidak akan pernah mati,” ucapnya.

Dia juga menyuarakan apa yang disampaikan IMM Pusat, yakni menuntut pencopotan Kapolda Sulawesi Tenggara dan mengusut tuntas kejadian yang mengakibatkan Randi dan Yusuf meninggal serta jatuhnya korban luka.

“Menuntut pencopotan Kapolda Sulawesi Tenggara dan mengusut tuntas kejadian yang mengakibatkan luka dan meninggal. Dan dihukum sebesar-besarnya. Itulah harapan kami,” tandasnya.

“Semoga tidak terjadi lagi kejadian represif terhadap massa yang aksi menjalankan agenda reformasi yang hari ini diperjuangkan,” imbuhnya.

Kegiatan senada namun pada tempat dan waktu yang berbeda di hari yang sama, pada sekitar pukul 18.20 WIB di gedung Muslimat Desa Tanjung Karang Kecamatan Jati Kabupaten Kudus juga berlangsung kegiatan Sholat Ghaib untuk jenazah Immawan Randi namun kali ini diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kudus.

Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin oleh Sholikul Hadi, Ketua cabang PMII Kudus. Dirinya mengucapkan ikut bela sungkawa atas meninggalnya
mahasiswa Immawan Randi anggota PMII kota kendari yg meninggal ketika sedang berunjuk rasa.

” semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT, semoga pelaku penembakan terhadap Sdr. Randi anggota PMII cepat terungkap,” katanya.

Seperti diketahui bersama dari sejumlah pemberitaan, almarhum Imawan Randi memang pernah terlibat pada tiga organisasi mahasiswa yang berbeda, IMM, PMII dan HMI, sehingga anggota dari ketiga organisasi tersebut turut merasa kehilangan atas kepergian rekannya itu.

Di kedua kesempatan itu, Kapolres Kudus AKBP Saptono mengatakan pihaknya turut belasungkawa sehingga mengikuti salat gaib ini.

“Kami turut belasungkawa dengan lakukan salat gaib,” kata Saptono.

Pihaknya juga memastikan tidak akan melakukan tindakan represif saat pengamanan jika ada aksi di Kudus. “Tidaklah. SOP-nya kan sudah ada,” ucapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.